KPU Siapkan TPS Lokasi Khusus, Ini Tempatnya

KENDARINEWS.COM–Persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terus bergulir. Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tenggara (KPU Sultra) terus mematangkan berbagai persiapan, salah satunya 19 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 11 lokasi khusus yang meliputi Rutan dan Lembaga Pemasyarakatan, Pesantren dan Peruhaaan Tambang. 

Anggota KPU Sultra Nato Al Haq mengatakan, pengertian TPS di lokasi khusus yakni TPS yang memerlukan perlakukan khusus. Progresnya sudah ditandatangani per 28 Maret lalu sejumlah wilayah yang kemudian akan dirikan lokasi TPS khusus. Ada 11 lokasi khusus di 7 Kabupaten di Sultra yang akan dirikan 19 TPS. Antara lain Muna, Kota BauBau, Konawe, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Utara dan Kota Kendari. Dari 7 Kabupaten dan Kota tersebut, rinciannya yakni pertama ada rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan. 

“Alasan dibentuk TPS khusus dalam rutan karena jika diluar rutan akan menyulitkan penyelenggara. Disatu sisi para tahanan juga tidak diperbolehkan untuk keluar rutan,” kata Nato Al Haq kepada Minggu (2/4). 

Total Rutan dan Lembaga Pemasyarakatan di Sultra, kata dia, berjumlah 4. Yakni rutan Muna dengan jumlah 291 pemilih, kemudian di lapas Kelas IIA BauBau ada 47 pemilih, sementara rutan Kelas II B Konawe sekitar 113 pemilih, kemudian rutan kelas IIA Kolaka sekitar 37 pemilih dan di rutan kelas IIA Kendari 199 pemilih dan lapas perempuan Kelas 3, sebanyak 14 pemilih. 

“4 lapas tersebut didirikan masing-masing 1 TPS,” ujarnya. 

Nato Al Haq menjelaskan, selain rutan dan lembaga pemasyarakatan juga ada lembaga lainnya seperti pesantren. Contohnya di Kota BauBau ada pesantren Amanah yang sudah disetujui oleh KPU RI untuk didirikan TPS di pesantren tersebut dan sementara berproses. Jumlah pemilih di pesantren tersebut sebanyak 257 jiwa. Kemudian lokasi khusus perusahaan tambang yang terletak di Kolaka Utara. Nama perusahaan tersebut yaitu PT Citra Sri Kemalawa dengan 136 pemilih yang terdaftar.

“Yang paling besar ada di Konawe Utara kurang lebih 3 perusahaan. Yaitu PT Tiran Indonesia sebanyak 7 TPS lokasi khusus dengan pemilih 2.070. Kemudian PT Makmur Lestari Primatama, ada satu TPS dengan 269 pemilih, dan PT Putra Perkasa Abadi, ada 3 TPS dengan 893 pemilih,” jelas Nato. 

Nato Al Haq menjelaskan, data pemilih di TPS lokasi khusus tersebut masih coba dikembangkan. Karena ada beberapa pemilih yang persyaratannya masih diupayakan untuk disinkronisasi antara Kartu Identitas Penduduk (KTP) dengan nomor kart keluarga. 

“Jadi data ini masih akan terus bergerak seiring dengan pemutakhiran data. Dan nanti tanggal 21 Juni 2023, sudah bisa ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap atau DPT,” pungkas Nato. (ali/kn). 

Tinggalkan Balasan