Dinkes Kolaka Catat 76 Kasus DBD

KENDARINEWS.COM — Pada awal tahun 2023, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kolaka tercatat mencapai 76 kasus. Sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, dari 14 Puskesmas yang ada di Bumi Mekongga, dua sentra layanan kesehatan menjadi yang terbanyak melaporkan kasus DDB. Puskesmas Tosiba di Kecamatan Samaturu dengan 19 kasus dan Puskesmas Wolo sebanyak 20 kasus. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kolaka, dr. Muhammad Aris, menjelaskan, setiap ada kasus DBD, tim surveylans dari instansinya langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Setelah itu, pihaknya langsung melakukan tindakan untuk menekan DBD di wilayah tersebut.

“Setelah berkunjung ke lokasi, biasanya kami langsung melakukan tindakan dengan merekomendasikan untuk melakukan fogging. Untuk lebih menekan kasus DBD, kami juga biasa langsung bergerak melakukan kerja bakti serta penyuluhan yang menyeluruh tentang bahaya dan pencegahan DBD,” jelasnya, Selasa (7/3). Aris mengatakan, tindakan yang dilakukan pihaknya terbukti dapat mencegah dan menekan kasus DBD. Hanya saja, upaya yang dilakukan oleh pihaknya khususnya terkait pembersihan lingkungan tidak dilanjutkan oleh masyarakat.

“Kenyataannya di bulan pertama setelah tindakan, kasus DBD akan menurun bahkan tidak ada lagi kasus. Namun setelah itu kasus naik lagi. Setelah diteliti kembali, ditemukan bahwa lingkungan kembali kotor seperti semula. Olehnya itu, disimpulkan bahwa pembersihan lingkungan oleh masyarakat tidak berkesinambungan sehingga DBD kembali terjadi,” ungkapnya. Menurut Aris, kejadian kasus DBD sangat tergantung dari kesadaran masyarakat untuk melakukan pembersihan secara terus-menerus. “Penyebab utama kasus DBD itu adalah lingkungan yang kotor. Olehnya itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan agar kasus DBD ini tidak terus meningkat, apalagi sampai memakan korban jiwa,” pesan Aris, mengingatkan. (kn)

Tinggalkan Balasan