oleh

Tekad Kuat Pj Bupati Burhanuddin, Sejahterakan Masyarakatnya

KENDARINEWS.COM–Pj.Bupati Bombana Burhanuddin berkomitmen membangun daerah dan melanjutkan program pembangunan bupati sebelumnya. Ia bertekad mengantarkan masyarakat Bombana hidup lebih layak, makmur dan sejahtera.

“Bombana ini sangat familiar bagi saya. Dengan tugas sebagai Pj.Bupati, saya kembali bernostalgia. Saya sudah berkeliling, mengunjungi hampir seluruh wilayah di Bombana, sehingga akan lebih mudah memetakan dan mengotimalkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) untuk kesejahteraan masyarakat Bombana,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Selain itu, ia akan fokus menata kawasan ibu kota dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga ke pelosok desa dan kelurahan yang ada di Bombana. Alat penerangan jalan akan disediakan sehingga kawasan ibu kota Bombana nampak lebih indah.

Kehadirannya di Bombana dengan semangat kekeluargaan dibuktikan Pj.Bupati Burhanuddin. Tatanan pemerintahan tidak dirombaknya. Sebaliknya, Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sultra itu menggalang kekompakan pejabat dan ASN untuk bekerja sama membangun Bombana.

Komitmen itu dituangkan dalam penandatanganan pakta integritas. “Dengan pakta integritas ini, seluruh ASN berkomitmen bekerja yang benar dan mengabdikan diri untuk kemajuan Bombana sesuai tupoksi masing-masing,” ujar Pj.Bupati Burhanuddin.

Pakta integritas itu sebagai bentuk pencegahan potensi praktik-praktik korupis, kolusi dan nepotisme (KKN). Selain itu, pakta integritas yang sudah diteken para pejabat akan terus di pantau dan dievaluasi. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana tingkat komitmen pejabat terhadap perjanjian yang dibuat.

Pada sektor kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Pj.Bupati Burhanuddin bergerak cepat mengakselerasi penurunan angka stunting di Bombana. Pj.Bupati Burhanuddin melalui asisten III Setda Bombana Ridwan mengatakan masalah stunting menjadi perhatian prioritas karena berdampak bagi pertumbuhan anak dan perkembangan kognitif yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak.

Sejauh ini, Pemkab Bombana telah menggelar tiga aksi rembuk stunting bersama stakeholder. Rembuk itu membahas arah kebijakan dan strategi percepatan penurunan stunting di Bombana. “Stunting dan kekurangan gizi rentan ini terjadi pada 1.000 hari pertama pada kehidupan anak,” ujarnya.

Pemkab Bombana bertekad mencapai target nasional penurunan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Kendati berat, namun Pemkab Bombana optimistis mencapai target tersebut. OPD, camat, kepala Puskesmas dan kepala desa diminta untuk memastikan percepatan penurunan stunting. “Selain itu mematikan setiap intervensi yang diperlukan sampai ke tingkat keluarga yang dikategorikan rawan stunting,” tutup Ridwan. (kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan