oleh

Kemenkumham Sultra Usul Remisi Ribuan Napi

KENDARINEWS.COM– Ribuan Napi di Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal memperoleh keringanan masa hukuman. Itu setelah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengusulkan 1.863 Napi untuk mendapat remisi dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-77.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Sultra Muslim mengatakan ribuan napi yang diusulkan mendapat remisi itu bervariasi, mulai dari napi umum, narkoba, korupsi dan napi anak.

“Yang diusulkan untuk mendapatkan remisi itu seluruh Sultra itu 1.863 orang yang tersebar di seluruh Lapas dan Rutan se-Sultra. Ini baru usulan, kami lagi menunggu SK persetujuan dari pusat,” ucap Muslim, Selasa (16/8).

Ia merincikan Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sultra yang menerima remisi, yakni Lapas Kelas II A Kendari 484 orang, Lapas Kelas II A Baubau 354, Lapas Khusus Anak Kendari 44, Lapas Perempuan Kelas III Kendari 53, Rutan Kelas II A Kendari 439, Rutan Kelas II B Kolaka 129, Rutan Kelas II B Raha 161 dan Rutan Kelas II B Unaaha 199 orang.

Dalam rincian tersebut, Muslim menjelaskan Napi narkoba yang mendapat remisi sebanyak 562 orang, korupsi tujuh orang dan sisanya merupakan Napi umum dan anak. Ia mengungkapkan dari ribuan Napi yang diusulkan, lima diantaranya akan langsung bebas setelah mendapat pengurangan masa hukuman, yaitu dari Lapas Kelas II A Baubau empat orang dan Rutan Kelas II B Raha satu orang.

Muslim membeberkan syarat Napi yang dapat diusulkan remisi terdiri dari beberapa persyaratan, pertama secara administrasi sudah mencapai enam bulan di Rutan atau Lapas, kemudian substansi tidak melakukan pelanggaran atau selalu berkelakuan baik.

“Kalau ada yang melakukan pelanggaran selama enam bulan maka itu tidak di usulkan untuk mendapat remisi,”katanya

Dia berharap agar narapidana yang diusulkan remisi khususnya bagi mereka yang bakal bebas langsung agar berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum jika telah kembali ke masyarakat. (mcr6/jpnn/kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan