KENDARINEWS.COM–Minyak goreng kini tidak lagi susah didapatkan. harganya pun semakin hari kian terkendali alias mendekati harga normal. Hal inilah yang diduga sebagai penyebab penyaluran BLT minyak goreng (Migor) tahap II tersendat.
” Saya menduga tertundanya penyaluran lantaran harga minyak goreng mulai terkendali. Atas dasar itu, Kemensos mulai mempertimbangkan kembali urgensitas penyaluran BLT minyak goreng.” kata Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Kota Kendari Abdul Rauf, Senin (1/8)
Namun ia sebagai perpanjangan tangan pusat mengaku tetap mempersiapkan data calon penerima dan data lainnya. “Kami belum bisa memastikan jadwal penyaluran BLT tahap II. Namun kami tetapkan menyiapkan data calon penerima. Dari hasil pendataan, ada sebanyak 15.995 Keluarga Penerima Manfaat,” katanya
Penerima BLT minyak goreng kata mantan Kabag Kesra Pemkot Kendari ini, merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selain itu, mereka juga terdaftar dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Keluarga Harapan (PKH). “Perlu diingat, bukan kami penentu penerima bantuan tapi pusat,” tandas Abdul Rauf. (kn)










































