oleh

Tinjau Lokasi Banjir, La Bakry Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

KENDARINEWS.COM — Curah hujan tinggi yang selama seminggu mengguyur wilayah Kabupaten Buton mengakibatkan 9 desa dan 3 kelurahan di 2 kecamatan terdampak banjir. Akibatnya 313 kepala keluarga (KK) terdampak dan 7 hektar sawah terendam.

Bupati Buton, La Bakry merespon bencana alam itu, dengan mengumpulkan seluruh jajarannya pada Minggu pagi kemarin. Bersama Kapolres Buton AKBP Gunarko, Bupati La Bakry menggelar rapat membahas berbagai upaya penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di otoritanya itu.

Bupati Buton La Bakry meninjau sungai yang sempat meluap dan mengakibatkan banjir.

Bupati langsung menginstruksikan pendirian posko untuk pengungsian korban banjir, dilengkapi dengan kesiapan tenaga medis dan bantuan sembako. Usai rapat bersama, La Bakry dan rombongan meninjau lokasi banjir terparah yakni di Desa Lasembangi kecamatan Lasalimu.

Diakuinya, wilayah-wilayah yang banjir kali ini merupakan daerah langganan banjir setiap tahunnya. Seperti Lasembangi, Lawele dan Togomangura. Hanya saja tahun ini kondisinya lebih parah, karena ketinggian air mencapai 1 meter, bahkan ada yang setengah badan rumah warga terendam. Sehingga respon pemerintah, OPD terkait harus lebih cepat dan tepat dalam penanganan bencana alam itu.

Selanjutnya, Pemkab akan berkoordinasi dengan pemprov Sultra dan BNPB pusat untuk mendapat perhatian khusus. Solusi jangka panjang menurut La Bakry adalah pelebaran badan sungai sehingga daya tampung lebih besar.

Bupati Buton, Drs. La Bakry, M.Si bersama Ketua TP PKK Kabupaten Buton, Delya Montolalu La Bakry dan jajaran Forkpimda, Kapolres Buton, AKBP Gunarko S.IK.,M.Si, Sekab Buton, Ir. La Ode Zilfar Djafar, MSi dan sejumlah Kepala OPD langsung melakukan kunjungan di 3 Desa yang terdampak banjir paling parah yaitu Desa Lasembangi, Togomangura dan Desa Lawele, Minggu, 19 Juni 2022.

Bupati Buton La Bakry (kiri) menyerahkan bantuan kepada korban banjir.

Di Desa Lawele Bupati menyalurkan bantuan sementara berupa mie instan, air mineral, beras dan air bersih kepada pengungsi.

“Kami dari pemerintah Kabupaten Buton memberikan sekedar bantuan sementara. Nantinya akan dipetakan lebih lanjut terkait langkah-langkah apa yang akan di lakukan kedepannya. Sehingga jika curah hujan tinggi tidak ada lagi warga yang terkena banjir,” ujar Bupati Buton.

Setelah meninjau lokasi banjir, Bupati mangatakan tinggal beberapa daerah yang masih tergenang. “Jadi akan ditindaklanjuti ke Pemerintah Provinsi Sultra dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan banjir ke depan,” katanya.

Ketua PKK Delya Montolalu menyerahkan bantuan pada korban banjir.

“Tinggal penanganan pasca banjir. Kita koordinasikan juga dengan pak Gubernur. Karena terdapat beberapa daerah yang memang perlu penanganan dari provinsi dan BNPB karena sudah sering terjadi. Sehingga penanganan ke depan air tidak meluap ke rumah warga. Salah satunya dengan normalisasi sungai dan pembangunan talut,” kata Ketua Bapera Sultra.

Orang nomor satu di Buton ini juga memerintahkan oinstansi terkait untuk menangani dan secepatnya mengambil Tindakan untuk membantu warga yang terdampak banjir. (elyn)

Komentar

Tinggalkan Balasan