oleh

Bupati La Bakry Kawal Giat Napak Tilas Oputa yi Koo

KENDARINEWS.COM -Bupati Buton, La Bakry mengawal perjalanan peserta Tapak Tilas Oputa Yi Koo 2022. Ia melepas peserta mulai dari garis start di Lapangan Banabungi hingga menuju puncak gunung Siotapina.
Saat pelepasan, Bupati La Bakry di dampingi oleh Wakil Bupati Buton Iis Elianti dan Kapolres Buton AKBP Gunarko SIK.

Bupati Buton La Bakry saat melepas rombongan napak tilas

Bupati La Bakry memuji antusiame peserta yang tidak hanya datang dari Sultra, tetapi juga dari daerah lain di Indonesia. Meski cuaca tidak bersahabat karena sejak pagi wilayah Buton diguyur hujan, semangat para peserta tidak surut. La Bakry mengatakan perjalanan Oputa Yi Koo 300 tahun silam, dari Banabungi ke puncak gunung Siontapina adalah kisah sejarah yang sangat heroik.

Bupati Buton La Bakry menyerahkan nasi bambu pada peserta

“Dengan Tapak Tilas ini, kita akan menyelami spirit seorang pejuang, yang demi melawan penjajah berjalan kaki puluhan kilo, berhari-hari, saat ini kita sudah maju, banyak peralatan, makanan mudah didapatkan, kita ingin merasakan bagaimana perjuangan dulu, supaya kita tidak lupa sejarah,” ungkap Bupati La Bakry.

Kepada peserta, La Bakry mengingatkan untuk berjalan dengan santai, jangan terburu-buru karena perjalanan begitu panjang. Jangan terpisah dari kelompoknya. Beristrahat jika lelah, dan meminta diperiksa tim medis jika merasa tak mampu lagi melanjutkan perjalanan. Panitia juga sudah menyiapkan 21 Pos kesehatan dengan 110 tenaga medis yang siaga.

“Nanti di sepanjang jalan, itu ada pos-pos kesehatan, ada ambulance yang juga mobile, kalau merasa kelelahan atau sakit, bisa minta pelayanan,” katanya.

Di Desa Wasambaa, Bupati Buton La Bakry juga menyambut peserta di titik kumpul di pasar rakyat Wasuemba. Ia didampingi Ketua PKK Buton, Delya Montolalu La Bakry dan Sekab Buton, La Ode Zilfar Djafar serta sejumlah OPD Kabupaten Buton bersama Camat Lasalimu La Ode Zahaba dan Kapolsek Lasalimu Iptu Anwar.

Pada penjemputan itu, Bupati La Bakry membagikan nasi bambu kepada para peserta lomba.

“Dulu Sultan La Karambau juga diberikan pembekalan seperti ini oleh warga,” katanya La Bakry kepada peserta.

Selain, disuguhkan nasi bambu, para peserta Tapak Tilas dimanjakan dengan tarian-tarian tradisional entik setempat. Ia menjelaskan dalam jamuan peserta Tapak Tilas Pemdes tiga desa menyuguhakan tarian tarian tradisional untuk memanjakan mata peserta.

“Tarian ini merupakan tarian daerah khas dari Desa Labuandiri Kecamatan Siotapina, Desa Wasambaa dan Desa Wasuamba Kecamatan Lasalimu ini bertujuan untuk menghibur para tamu yang datang di daerah kami ini agar lelah mereka cepat hilang,” tutupnya. (lyn)

Komentar

Tinggalkan Balasan