BLUD RS Konawe Usung Konsep Green Hospital

KENDARINEWS.COM — Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) Konawe terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu peningkatan pelayanan itu dengan menyediakan peralatan medis yang lengkap, termasuk dokter-dokter spesialis. Hingga saat ini, sumber daya manusia (SDM) di BLUD RS Konawe berjumlah 600-an orang, terdiri dari 22 dokter spesialis dan profesi lain seperti apoteker, konseling elektromedik, analis, perawat, serta staf administrasi.

Direktur BLUD RS Konawe, dr. Agus Lahida, mengatakan, kemudahan akses pelayanan kesehatan kini dapat dijangkau masyarakat. Katanya, warga kini tak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar daerah untuk mencari pelayanan medis yang prima. BLUD RS Konawe saat ini pun menyediakan empat ruang operasi bagi pasien. Termasuk, dua kamar operasi emergency pada Instalasi Gawat Darurat (IGD). “Kita bahkan memberikan pelayanan secara gratis bagi masyarakat ekonomi lemah ketika berobat. Syaratnya, harus ada surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat. Dengan demikian, masyarakat yang kurang mampu tidak perlu takut lagi ketika memikirkan biaya pengobatan di rumah sakit ini,” ungkap dr Agus Lahida, Senin (7/3).

dr. Agus Lahida

Ia juga mengaku, BLUD RS Konawe menciptakan konsep Green Hospital agar masyarakat merasa nyaman. Terkait konsep itu, pihaknya melakukan penataan lingkungan, membuat kawasan hijau dan meminimalkan penggunaan kertas, bahan plastik, serta perbaikan taman dan limbah. “Kita terus benahi kondisi RS Konawe. Taman-taman kita tata, kita buatkan taman hidroponik dan toga sehingga terlihat lebih asri,” bebernya.

Menyangkut pelayanan publik, Agus Lahida menambahkan, saat ini pihaknya akan merancang sistem pelayanan yang dapat meningkatkan kepuasan pasien maupun pengunjung. Caranya, membuka pos pengaduan yang bisa terhubung ke bagian Hubungan Masyarakat (Humas) BLUD RS Konawe, baik itu secara offline maupun online. “Kita ingin pelayanan bisa tepat dan cepat agar tidak ada lagi keluhan masyarakat. Jadi kalau ada keluhan bisa menyampaikan di tempat pengaduan itu. Ada 21 unit pelayanan yang menjadi standar pelayanan minimal dari standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Misalnya, di IGD itu minimal nol menit pasien harus mendapatkan pelayanan, jadi dokter-dokter harus sudah standby di tempat kerjanya,” pungkasnya. (b/adi)

Tinggalkan Balasan