4.145 Murid SD di Konawe Sudah Divaksin

KENDARINEWS.COM — Saat ini, vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun yang menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) di Konawe, terus digencarkan. 27.527 anak usia 6-11 tahun di Konawe menjadi sasaran penyuntikan antibodi jenis Sinovac dengan dosis 0,5 ml. Dari sasaran tersebut, terhitung 4.145 diantaranya sudah menyelesaikan penyuntikan antibodi untuk dosis pertama.

Koordinator Vaksinasi Covid-19 Konawe, Wiwin, mengatakan, anak usia 6-11 tahun yang sudah divaksin baru mencapai 4.145 orang. Jika dipersentasekan, angkanya mencapai 14,97 persen dari total sasaran. “Fokus kita saat ini penyuntikan dosis pertama bagi semua adik-adik murid SD. Untuk anak usia 6-11 tahun kita belum dapat info kapan vaksin dosis kedua dilakukan,” ujar Wiwin, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe, Mawar Taligana, menuturkan, tidak ada tenggat waktu sampai kapan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun tersebut digelar. Namun yang pasti, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menginginkan agar pelaksanaan suntik antibodi bagi pelajar SD tersebut bisa secepatnya dituntaskan. Apalagi, saat ini stok vaksin jenis Sinovac masih cukup untuk mengakomodasi seluruh murid SD di Konawe. Terkait pola penyuntikan, dilakukan dengan cara mendatangi tiap-tiap sekolah. Pemkab Konawe pun menyarankan orangtua siswa ikut mendampingi saat proses penyuntikan vaksin Sinovac tersebut. “Kalau ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), kita akan langsung merujuk anak sekolah itu ke Puskesmas terdekat. Tindakan medisnya gratis,” ungkap Mawar Taligana, kemarin.

Vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun terus dimasifkan Pemkab Konawe. 27.527 anak menjadi sasaran penyuntikan antibodi jenis Sinovac dengan dosis 0,5 ml.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe Suriyadi mengemukakan, tidak akan ada sanksi bagi murid SD yang menolak disuntik vaksin. Apalagi, sampai saat ini belum ada regulasi dari Pemerintah Pusat yang mengatur adanya sanksi bagi yang tidak mau divaksin. Hanya saja ia berharap, orang tua mengizinkan putra putrinya untuk divaksin. “Murid SD yang sudah divaksin, kita liburkan dulu selama 1-2 hari. Dengan begitu, orang tuanya bisa memantau langsung kondisi sang anak sambil tetap berkoordinasi dengan pihak sekolah,” tuturnya. (b/adi)

Tinggalkan Balasan