oleh

Hidup Ibarat Roda Berputar, Oleh: H. Nur Alam, S.E., M. Si.

Harus mulai dilakukan perubahan paradigma pembangunan infrastruktur yang berbasis masyarakat. Perubahan yang didukung oleh para akademisi dan kalangan professional, dapat melihat infrastruktur sebagai sistem yang menyediakan fasilitas fisik dan layanan, yang kaitannya untuk pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat luas. Menjadi pemimpin memang impian banyak orang. Sayangnya, tidak semua orang bisa menjadi pemimpin yang baik. Bekal untuk menjadi seorang pemimpin yang baik adalah memiliki komitmen tinggi, didukung oleh sejumlah prasyarat yang diperoleh dari konsistensi dan proses panjang, agar dia dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan adil. Yang tidak mementingkan dirinya sendiri, keluarganya, kaum kerabat, maupun teman dan kelompoknya, yang kerap memanfaatkan kelemahan psikologis rakyat dan memanipulasi mereka untuk keuntungan pribadi.

Selagi masih ada waktu, bercermin dan merenunglah, agar bisa melakukan langkah yang lebih baik. Berhati-hati dan kembalilah ke jalur yang benar. Jangan terlalu percaya diri bakal terus aman, apalagi malah kemudian sibuk mencari-cari kesalahan orang dan menghakiminya secara sepihak. Hal itu sangat membahayakan. Membuat diri jadi terlihat sombong dan akhirnya memandang orang lain lebih rendah. Padahal, bisa jadi diri kita pun sangat banyak kekurangannya. Lebih baik introspeksi saja. Selalu ada pelajaran baik dari setiap kejadian yang menyakitkan, selama kita mau introspeksi diri.

Introspeksi dibutuhkan agar kita tak salah langkah dan berubah menjadi sosok pemimpin yang egosentris. Karena, zaman sekarang ini, salah sedikit saja bisa membuat kita ditangkap dan dipenjarakan. Jangankan salah, benar pun orang bisa ditahan dan dipenjara, harus disadari bahwa pejabat public laksana menjalankan tugas diarea yang penuh dengan ranjau – ranjau yang sewaktu – waktu bisa terinjak meledak dan memporak porandakan diri !.

Faktanya, tak semua orang yang masuk penjara pasti orang jahat, dan tidak semua orang yang berada di luar penjara adalah orang baik. Banyak sudah orang dipenjara karena dijebak, difitnah, atau tidak disukai oleh penguasa. Dalam sejarah, tak sedikit orang biasa maupun tokoh, yang dipenjara karena sebab tersebut. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena kita tahu, ada orang-orang yang tidak bersalah tapi dimasukkan ke penjara oleh sebab salah sasaran, ketidaksengajaan, korban sistem atau karena tekanan massa.

Komentar

Tinggalkan Balasan