Walikota Kendari Sahur Bareng Warga Kurang Mampu di Mandonga

Ramadhan

KENDARINEWS.COM — Nurkaya, warga Kelurahan Mandonga menjadi orang yang beruntung. Ia mendapat kunjungan Wali Kota Kendari H.Sulkarnain Kadir. Kedatangan orang nomor satu di Kota Kendari ini tak lain bagian dari program sahur bareng Wali Kota Kendari. Kesempatan itu dimanfaatkan wanita yang sehari-hari bekerja serabutan. Ia mengutarakan harapannya kepada Wali Kota yang ingin memiliki usaha agar bisa mandiri. Dia berharap agar mendapatkan modal usaha. Selain itu, Nurhaya juga berharap bisa mendapatkan bantuan biaya pendidikan untuk anak-anaknya. Pasalnya saat ini, hanya dia yang menjadi tulang punggung keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota berkomitmen untuk membantu. Nurkaya akan didaftarkan pada program bantuan ekonomi produktif. Program hasil kerja sama Pemerintah Kota Kendari dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). “Insya Allah nanti kita berikan modal, tapi pesan saya nanti harus benar-benar dipakai untuk modal usaha. Nanti setelah ada keuntungannya baru lah boleh dipakai untuk kebutuhan hidup,” kata Sulkarnain Kadir.

Kriteria untuk mendapatkan modal usaha dari program Pemerintah Kota Kendari kata dia, cukup sederhana. Mereka harus memiliki usaha sendiri. “Sekecil apapun usaha yang dimiliki, nantinya akan didaftarkan. Nanti didata oleh teman-teman di kelurahan. Lalu diusulkan cocoknya didaftar pada program yang mana. Sebab kita ada beberapa program, untuk kelas mikro ada bantuan modal usaha, lalu untuk usaha yang sudah mulai besar dan menengah nantinya akan didaftarkan pada platform Kendari Preneur,” jelas Sulkarnain.

Selain itu, Wali Kota juga siap membantu biaya pendidikan anak Nurkaya. Ia mengatakan akan menginstuksikan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) untuk didaftarkan sebagai penerima beasiswa pendidikan. Nantinya, anak Nurkaya akan dimasukan dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Kalau masih belum memadai, nanti bisa didaftarkan pada Dinas Sosial, yang di dalamnya terdapat beberapa program pemerintah. Diantaranya, Program Keluarga Harapan (PKH) atau Program Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dengan begitu, tidak perlu khawatir lagi jika ada gangguan kesehatan,” pungkasnya. (b/ags)

Tinggalkan Balasan