Poles Kawasan Kumuh Puday-Lapulu, Pemkot Usul Pembiayaan Rp 98 Miliar

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kota Kendari telah menyusun rencana anggaran biaya (RAB) penataan kawasan kumuh Puday – Lapulu. Pemkot berencana mengusulkan pembiayaan sebesar Rp 98 miliar. Rinciannya, sebesar Rp 56,6 miliar ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotakaku) dan sisanya Rp 41,4 miliar bersumber dari anggaran kolaborasi pemkot dengan lembaga lainnya.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan jumlah yang diusulkan sudah sangat ideal dalam upaya pengurangan kawasan kumuh di Kota Kendari. Terlebih program bantuan dari Bank Dunia (World Bank) tersebut sudah akan berakhir tahun depan (Desember 2022). “Dalam mengatasi kekumuhan yang ada itu tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita. Melainkan kita harus bersinergi dengan pihak lain. Apalagi biayanya tidak sedikit. Toh, pembangunan untuk memakmurkan rakyat,” kata Sulkarnain Kadir.

Dia pun berharap pusat bisa mengakomodir permintahan Pemkot Kendari dalam upaya menangani kawaaan kumuh di Puday – Lapulu. Ia menyakini program Kotaku, wilayah Pudai – Lapulu bisa bersolek dan bisa menjadi salah satu spot wisata baru di Kota Kendari. Sepertinya halnya kawasan Bungkutoko – Petoaha yang kini jadi primadona baru bagi warga metro. “Kita akan merubah landscape wilayah itu, termasuk wajah pemukiman masyarakat, termasuk pengelolaan sampahnya dan air bersihnya. Dengan begitu, wilayah ini bisa jadi layak huni,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kendari, Ridwansyah Taridala mengaku RAB sebesar Rp 98 miliar itu nantinya akan diperuntukkan pada 11 kegiatan. Rinciannya, 8 kegiatan melalui Kementerian PUPR dengan anggara 56,6 miliar dan 3 kegiatan melalui anggaran kolaborasi Pemkot Kendari. “Kawasan kumuh Puday – Lapulu akan menjadi ruang publik. Karena dikawasan itu akan ada tempat kegiatan bermain, sarana olahraga, joging track, pusat kuliner, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain menjadi sarana publik, juga akan berfungsi sebagai sarana pemberdayaan masyaraka. Sebab, disana akan ada tambatan papalimbang. Mereka nanti menjadi pemandu wisata. Tempat tinggalnyan juga sudah disiapkan. Murah dan nyaman,” pungkasnya. (b/ags)

Kegiatan yang Ditangani KemenPUPR
Paving Water Front/Jalan Lingkungan 5.179 Meter Rp 44 Miliar
Tambatan Perahu 4 Titik Rp 1,2 Miliar
Drainase 4.390 Meter Rp 4,5 Miliar
Resapan Biopori 200 Unit Rp 161,5 Juta
Instalasi Air Bersih 638 Meter Rp 1,1 Miliar
IPAL Komunal 3 Unit Rp 815 Juta
Instalasi Hidrant 29 Unit Rp 827 Juta
Ruang Terbuka Hijau (RTH) 2 Titik Rp 4 Miliar

Kegiatan yang Dikolaborasi Pemkot Kendari
Pembangunan Rusunawa 2 Unit Rp 40 Miliar
TPS 3R (Reduce, Reule, Recycle 1 Unit Rp 1,25 Miliar
Tong Sampah 55 Unit Rp 227 Juta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *