Seluruh Kelurahan di Wakaktobi Belum Terima Pencairan Anggaran Kegiatan Fisik

Wakatobi

KENDARINEWS.COM — Seluruh kelurahan pada delapan kecamatan di Wakatobi belum menerima pencairan anggaran kegiatan fisik pada tahun ini. Selain perubahan dari sistem informasi manajemen daerah (Simda) ke sistem informasi pemerintah saerah (SIPD), belum cairnya anggaran fisik tersebut juga karena 25 kelurahan belum melakukan usulan kegiatan. Sejauh ini, baru dana persediaan untuk operasional yang telah dicarikan ke kas masing-masing. Untuk kegiatan fisik, pihak Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Wakatobi menyebut harus memenuhi syarat yang telah ditentukan. Mengingat pencairan anggaran fisik kelurahan juga punya mekanisme tersendiri.

Kepala DPKAD Wakatobi, Juhaidin, mengatakan, dari 25 kelurahan yang ada, belum satupun melakukan usulan anggaran kegiatan fisik ini. “Kalau misalnya ada kegiatan fisik tentu sudah bisa dilakukan, tinggal penyesuaian saja,” terang Juhaidin, Kamis (25/3). Mekanisme pencariannya lanjut Juhaidin, ada perbedaan dengan alokasi dana desa (ADD). Jika ADD langsung masuk ke kas desa, maka anggaran kelurahan masuk di kecamatan terlebih dulu. “Untuk pencairannya juga berbeda. Kalau ADD ada tiga tahap, sementara dana kelurahan cair sesuai kebutuhan masing-masing,” paparnya.

Juhaidin berharap, masyarakat berperan aktif dalam memantau pengelolaan keuangan, baik di desa maupun dana kelurahan. “Apalagi kaitannya dengan anggaran pencegahan dan penanganan covid-19 ini dalam hal ini terkait kebijakannya,” tambah Juhaidin. Tahun 2021 anggaran untuk seluruh kelurahan di Kabupaten Wakatobi sebesar Rp 15 miliar. Jika 25 kelurahan mendapatkan porsi yang sama, maka masing-masing kelurahan mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 600 juta. Anggaran ini lebih kecil dibanding tahun 2020 lalu. Pasalnya, setiap kelurahan mendapatkan dana alokasi umum (DAU) tambahan mencapai Rp 307 juta dan dari APBD Rp 700 juta.(b/thy)

Tinggalkan Balasan