M Nuh: Tugas Pers itu Menjahit Bukan Mempereteli

KENDARINEWS.COM — Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menyatakan, esensi dari kehadiran pers yakni mesti mampu menjahit seluruh kekuatan bangsa. Sehingga, ibarat baju maka bisa menjadi pakaian yang enak dipandang dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

“Kita harus terus-menerus membangun kebersamaan kita, esensi kawan-kawan pers itu adalah menjahit, bukan untuk ‘mempreteli’, tetapi menjahit seluruh kekuatan bangsa ini sehingga menjadi baju yang enak dipandang dan memberikan manfaat,” kata Mohammad Nuh itu dalam Webinar Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Jakarta.

Tetapi, lanjut M Nuh, kalau yang dijahit hanya sebagian saja walaupun dengan bahan yang berkualitas tentunya tidak akan bisa memberikan manfaat. “Oleh karena itu kita harus terus menjahit potensi kekuatan bangsa ini, untuk tujuan-tujuan kebangsaan kita, tujuan-tujuan kenegaraan kita,” kata dia.

M Nuh pun menuturkan, semuanya tentu memahami fenomena kemestian di era digital, yang menurut dia media digital dan konvensional tidak perlu dipertentangkan. Dia menilai yang terpenting saat ini adalah soal sinergi dan konvergensi.

“Karena pada akhirnya itu kesahihan dari berita itu, ketepatan dari informasi itu dan kecepatan menjadi esensinya, maka apa yang kita gagas hari ini di dalam HPN 2021 jurnalisme yang berkualitas ini sungguh jalan yang benar,” kata dia.

Menurutnya, hal itu sebagai jalan yang benar dalam membangun sinergi, agar pers mampu berperan menjahit kekuatan bangsa. “Kawan-kawan tim HPN 2021 hari ini mengangkat yang namanya jurnalisme yang berkualitas, oleh karena itu jurnalisme yang berkualitas ini tentu ada syaratnya,” ucapnya.

Syaratnya, kata dia yakni keberlangsungan industri pers sendiri harus selalu dijaga, yang kedua kemerdekaan pers itu pun juga harus dipastikan. “Dan dari situ pula lah kualitas dan perlindungan kawan-kawan jurnalis, kesejahteraan kawan-kawan jurnalis itu menjadi bagian dari itu yang tidak bisa kita pisahkan,” ujarnya.

Termasuk kata M Nuh, soal vaksinasi COVID-19 untuk para jurnalis, hal itu sebagai bentuk perlindungan terhadap jurnalis selain perlindungan luar seperti APD, masker, dan perangkat lainnya.

“Demikian juga insentif-insentif terkait dengan bagaimana industri pers bisa berjalan, tetap bisa berlangsung saya kira bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan, pada dasarnya adalah perjuangan yang tiada henti, harus terus-menerus kita perjuangkan,” ujarnya. (jpg)

Tinggalkan Balasan