Vaksinasi Gelombang Kedua Sasar ASN

KENDARINEWS.COM — Program vaksinasi di Kota Kendari telah memasuki gelombang kedua. Rencananya, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan beberapa petugas publik lainnya menjadi sasaran pemberian vaksin bermerk Sinovac itu. Upaya itu diharapkan bisa mempercepat penanganan covid-19 di Kota Lulo.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan ASN merupakan salah satu kelompok dengan resiko tinggi penularan covid-19 sehingga menjadi prioritas pemberian vaksin pada gelombang dua yang rencana akan dilaksanakan bulan ini (Februari), “Mereka (ASN) sasaran kita,” ujarnya.

Kendati menjadi prioritas dalam gelombang kedua ini, ada beberapa kriteria atau syarat ASN dalam mendapatkan tambahan imunitas itu. Yakni tidak ada komorbid (penyakit penyerta) seperti penyakit diabetes, hipertensi, gangguan jantung, paru kronis, kanker, gangguam ginjal serta buka ibu hamil / menyusui dan penyintas covid-19.

“Kita tahu ada beberapa diantara (ASN) yang sudah alumni (penyintas covid-19). Karena kan kalau sudah alumni tidak diprioritaskan lagi,” kata Sulkarnain Kadir.

Selain ASN, pihaknya juga membuka ruang kepada siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam vaksinasi gelombang kedua ini, entah itu tokoh publik, karayawan swasta maupun masyarakat umum lainnya.

“Siapa saja bisa mendapatkan vaksin pada gelombang kedua ini. Karena digelombang ini (Februari) kita dapat alokasi vaksin sekira 12 ribu dosis. Jumlah tersebut cukup untuk ASN hang jumlahnya sekira 6.000. Itu pun mereka (ASN) tidak seluruhnya divaksin karena sudah ada yang alumni dan hal lain. Jadi sisanya bisa untuk masyarakat,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kendari drg Rahminingrum mengaku masih menunggu petunjuk teknis pemberian vaksin kepada masyarakat. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan prepare karena menurutnya pemberian vaksin tidak berbeda dengan sebelumnya.

“Meski vaksinasi gelombang pertama belum selesai, kami tentu tetap persiapan gelombang berikutnya. Saya pastikan seluruh puskesmas dan faskes (fasilitas kesehatan) yang telah diretapkan sebagau tempat vaksinasi itu bisa melayani masyarakat,” imbuhnya.

Data Dinkes Kendari menyebutkan, terdapat 58 faskes yang menjadi rujukan program vaksinasi di Kota Lulo. Rinciannya, sebanyak14 Rumah Sakit (RS), 15 Puskesmas dan sisanya sebanyak 29 faskes terdiri dari apotik dan klinik. Sementara itu, hingga kemarin pukul 15.00 wita, realisasi vaksinasi gelombang pertama di Kendari baru mencapai 37,63 persen atau baru sekira 1.637 nakes yang menerima vaksin dari 4.350 nakes yang menjadi sasaran. (b/ags)

Tinggalkan Balasan