Pemerintah Minta Masyarakat Sukseskan Vaksinasi


KENDARINEWS.COM — Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meluruskan sejumlah berita mengenai kesalahan pemahanan informasi yang beredar. Salah satunya mengenai negara Italia yang menduga Covid-19 bukanlah virus, melainkan bakteri. “Perlu dipahami, bahwa berita tersebut adalah hoaks atau tidak benar,” kata Wiku dalam keterangannya, Rabu (6/1).

Wiku menjelaskan, Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus – 2 (Sars Cov-2), yang lebih dikenal dengan virus korona adalah jenis baru dari Corona Virus. Dia menduga, virus tersebut bisa menular dari manusia ke manusia.

Karena itu, masyarakat perlu bijak dalam mengolah dan menerima informasi yang diterimanya. Serta berpartisipasi dalam menyebarkan informasi yang benar pada orang-orang terdekat yang bisa dipercaya sumbernya.

Wiku meminta masyarakat untuk tetap menjaga diri dan tidak lengah selama masa pandemi Covid-19. Selain itu harus mendukung pemerintah yang saat ini sedang bekerja keras mempersiapkan program vaksinasi Covid-19.

“Vaksin akan lebih efektif melindungi masyarakat saat vaksinasi dilakukan pada kondisi yang lebih terkendali dimana laju penularan rendah. Daripada vaksinasi saat laju penularannya tinggi. Karena peluang tidak tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity) akan semakin besar apabila laju penularannya tinggi,” ujar Wiku.

Wiku memastikan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) terus melakukan pengawasan terhadap distribusi vaksin yang sedang berjalan. Bahkan terus melakukan pengawasan dan evaluasi pengadaan vaksin secara berkala mulai dari tahapan pre klinik, sampai dengan uji klinik fase 1, 2 dan fase 3 yang sedang berlangsung di Bandung, Jawa Barat.

Termasuk juga uji klinis yang dilakukan Brazil dan Turki. Uji klinis fase 3 telah selesai, barulah Badan POM mengeluarkan Emergency Use of Authorization (EUA).
“Pada intinya, upaya distribusi yang telah dilakukan ini bertujuan menjamin ketersediaan vaksin yang merata, dengan prosedur kehati-hatian dengan memanfaatkan waktu yang ada.Pemerintah menjamin distribusi vaksin ke berbagai daerah di Indonesia dan dapat efektif tanpa merusak kualitas vaksin,” ungkap Wiku.

Wiku menambahkan, pada saat kedatangan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu, Badan POM telah memberi sertifikat Lot Release sebagai upaya dalam mengawal mutu vaksin yang masuk ke Indonesia. Vaksin yang saat ini sedang didistribusikan ke berbagai daerah, akan tetap diawasi dengan melakukan sampling berbasis risiko di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Penyuntikan vaksin ini, lanjut Wiku, pemerintah terus berpegang pada prinsip dan prosedur kesehatan yang berlaku. Penyuntikan vaksin baru akan dijalankan setelah EUA yang didasarkan hasil data saintifik dikeluarkan Badan POM.

“Bapak Presiden (Joko Widodo) juga akan menerima vaksin, jika vaksin sudah mendapatkan EUA dari Badan POM. Kami harapkan komitmen ini, bisa secepatnya dilaksanakan agar kemudian masyarakat luas bisa menerima vaksin Covid-19,” tandas Wiku. (jpg)

Tinggalkan Balasan