Refleksi Akhir Tahun, Oleh : Andi Yuslim Patawari

KENDARINEWS.COM – Tahun 2020 segera berakhir. Sisa hitungan hari berganti kalender. Perjalanan selama 12 bulan pun berlalu. Carut marut peristiwa dalam satu tahun akan tinggal kenangan. Ada kenangan manis ada pula pahitnya.

Di antara ketar ketir manis pahitnya perjalanan waktu, mantan aktifis nasional yang juga Dosen dan Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Jakarta, Andi Yuslim Patawari atau akrab disapa (AYP), memberikan catatan kritis refleksi di awal tahun. Sederhana memang. Tidak terlalu analisis namun bermakna dan patut disimak.

Dalam hal politik, lulusan Magister Bidang Perikanan, kandidat Doktor Universitas Padjajaran Bandung ini mengharapkan ada perbaikan tatanan dalam bidang politik agar ada harmonisasi di tingkat elit dengan konstituen.

“Saya melihat komunikasi tingkat elit politik kadang menimbulkan polemik. Karena itu saya harap ke depan para elit politik berpikir tentang konsep kenegarawanan dan mengabaikan ego – kepentingan pribadi” papar AYP yang juga salah seorang Fungsionaris KNPI Pusat periode 2011-2014.

Mantan Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pusat ini menjelaskan, pembangun politik bangsa harus ada konsepsi yang sama. Sepanjang tidak ada political will dari pemangku kepentingan kita akan terjebak dalam pusaran yang sama.

Ketua DPP AMPI, periode 2016-2020 ini memandang ada satu benang merah yang harus diurai agar menyudahi perseteruan tingkat elit selama ini. Ia mencontohkan, pihak oposisi yang selama ini berseberangan dengan pemerintah. Mengkritik tanpa memberikan solusi. “Betul bahwa konstitusi negara kita menghargai perbedaan pendapat. Namun harus ada solusi. Kalau hanya mengkritik pemerintah masalah tidak akan pernah selesai,” tandasnya.

Refleksi lain misalnya bidang ekonomi. Tak bisa dipungkiri pandemic covid menjadi “hantu” yang menggerus sendi sendi perekonomian bangsa. Fakta ini menurutnya hal yang membutuhkan sinergitas semua pihak karena konsentrasi negara saat ini bagaimana mengatasi virus yang berasal dari Wuhan – Cina. “Ini sebuah problem serius. Butuh tanggungjawab elemen bangsa tidak saja pemerintah,” ujarnya.

Konsekuensi logisnya sambung mahasiswa tingkat doktoral dari Unpad Bandung ini adalah pemerintah harus menggerakan potensi yang ada termasuk memberikan energi berupa perhatian serius bagaimana mengatasi persoalan bangsa yang saat ini tampak seperti benang kusut.

Ia beralasan jika pandemic terus berlanjut akan berdampak pada sendi-sendi perekonomian bangsa dan bukan tidak mungkin kondisi politik tanah air akan ikut terganggu, termasuk sosial kebudayaan. “Harapan saya di tahun baru 2021 ada tatanan baru dan capaian -capaian untuk memperbaiki kehidupan berbangsa demi kesejahteraan seluruh rakyat sebagaimana di atur dalam Pembukaan UUD 1945,” pungkas AYP. (KN)

Tinggalkan Balasan