KENDARINEWS. COM— Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kabupaten Muna. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan anggaran revitalisasi sekolah senilai Rp70 miliar untuk membangun dan memperbaiki 111 satuan pendidikan di seluruh kecamatan di Kabupaten Muna tahun 2026. Program ini mencakup jenjang TK, SD, hingga SMP, dan ditujukan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak demi terciptanya lingkungan belajar yang layak dan nyaman.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muna, Asarumada, meminta seluruh kepala sekolah selaku kuasa pengguna anggaran untuk mengelola amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
“Saya menghimbau para kepala sekolah tidak main-main dalam merealisasikan fisik bangunan di lapangan. Bekerja dengan profesional dan taat asas. Kepatuhan terhadap isi kontrak kerja adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” tegas Asarumada, Senin (2/11/2026).
Prioritas penentuan sekolah penerima didasarkan pada tingkat kerusakan fasilitas yang membutuhkan penanganan paling mendesak. Penyaluran tersebar merata di seluruh kecamatan guna memastikan pemerataan kualitas pendidikan bagi seluruh anak di Muna.
Mengingat besarnya anggaran yang dikelola, sistem pengawasan diterapkan secara ketat dan berlapis. Pengawasan melibatkan unsur Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, hingga Kejaksaan Negeri Muna. Tujuannya satu: memastikan setiap rupiah digunakan secara transparan, tepat sasaran, dan bebas dari penyimpangan.
“Keterlibatan institusi kejaksaan menjadi jaminan bahwa setiap rupiah anggaran akan dipantau secara berkala hingga tuntas. Kami tidak memberi ruang sedikit pun bagi praktik yang merugikan negara,” tambahnya.
Asarumada mengingatkan seluruh pelaksana di lapangan untuk menjadikan dokumen kontrak kerja sebagai pedoman utama dalam setiap tahapan pelaksanaan.
“Apapun yang tertera di kontrak, itulah yang harus dilaksanakan. Jaga integritas diri, kerjakan sesuai prosedur, supaya kita semua terhindar dari risiko hukum di kemudian hari,” pesannya.
Saat ini program revitalisasi telah berjalan di lapangan. Dikbud Muna terus melakukan pembinaan dan koordinasi rutin dengan para kepala sekolah guna memantau kemajuan dan menyamakan pemahaman terhadap aturan pelaksanaan. Diharapkan dengan pengawasan ketat dan kerja yang jujur, dana Rp70 miliar ini benar-benar melahirkan bangunan sekolah yang berkualitas, tahan lama, dan bermanfaat bagi generasi penerus di Muna.










































