Meski Musim Kering, Amohalo Tetap Panen

–Ditetapkan Jadi Lumbung Pangan Kendari!

KENDARINEWS.COM–Hamparan sawah Amohalo di Kelurahan Baruga tetap hijau dan menghasilkan padi meski diterpa ancaman kekeringan. Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., hadir langsung memantau panen musim tanam kedua 2026 di lahan seluas 9 hektare, dan menegaskan kawasan ini akan terus diperkuat sebagai penopang ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian Imran Ismail melaporkan, luas kawasan persawahan Amohalo mencapai sekitar 330 hektare. Musim tanam kali ini menghadapi tantangan kekeringan: dari 320 hektare terdampak, 200 hektare kategori ringan, 40 hektare sedang, 32 hektare berat, dan 10 hektare dilaporkan gagal panen. Berkat bantuan mobil pompa air dari Balai Wilayah Sungai Sultra selama satu pekan mengambil air dari Sungai Wanggu, sebagian besar lahan tetap bisa dipanen.

“Ini bukan penggugur semangat kita. Kita tetap bangkit mengupayakan potensi pertanian Kota Kendari,” ujar Wali Kota Siska.

Ia menekankan keberadaan lahan pertanian di tengah kawasan perkotaan adalah kekuatan yang harus dijaga. Meski Kota Kendari masih memerlukan pasokan beras dari luar, Amohalo memiliki potensi besar untuk dimaksimalkan.

Pemkot menyiapkan langkah nyata seperti :-Permodalan tanpa bunga & tanpa agunan bagi kelompok tani.-Revitalisasi penggilingan padi agar petani tidak perlu membawa gabah ke luar daerah. -Pembangunan sumur & mesin pompa dari dana tak terduga untuk pengaira

Perencanaan matang 2027 agar kebutuhan kawasan masuk agenda pembangunan. Dukungan alat pertanian juga diserahkan: 3 unit combine harvester, 2 unit traktor roda dua, dan 3 unit pompa air.

Sementara itu, Kepala BRMP Sultra Kamri Alwi menyebut Amohalo masuk target program pertanian modern seluas 340 hektare. Sistem tanam rapat yang telah diuji coba di Kolaka Timur mampu menghasilkan 8–12,7 ton per hektare. Dukungan infrastruktur seperti irigasi tersier, sumur bor, embung, hingga alat pengering gabah juga tersedia untuk meningkatkan kualitas dan hasil panen.

Dengan sinergi pengairan, alat, permodalan, hingga pengolahan pascapanen, Amohalo diharapkan tidak hanya bertahan dari kekeringan, tetapi tumbuh menjadi lumbung pangan andalan Kota Kendari.

Tinggalkan Balasan