KENDARINEWS. COM– Semakin gencar memperkenalkan solusi transportasi hemat dan ramah lingkungan di Sulawesi Tenggara, manajemen BYD Haka Kendari berkunjung ke Graha Pena Kendari Pos, Kamis (18/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, mereka secara resmi memperkenalkan produk terbaru: BYD M6 DM, kendaraan keluarga berteknologi Dual Mode yang diklaim irit bahan bakar namun memiliki daya jelajah sangat jauh.

Rombongan dipimpin langsung Kepala Cabang BYD Haka Kendari, Gunawan Sofian, dan disambut hangat Direktur Kendari Pos Awal Nurjadin, Direktur Sultra TV Purwanto Sanam, Pemimpin Redaksi Kendari Pos Inong Saputra, serta jajaran manajemen lainnya.
Menurut Gunawan, meski gerai di Kendari baru berdiri November 2025, nama BYD sendiri bukan pendatang baru. “Sejak 1995 kami sudah ada. Dulu saat Nokia berjaya, baterai ponselnya pun buatan BYD. Baru tahun 2000 kami masuk industri otomotif, berekspansi ke Eropa lebih dulu, lalu masuk Asia termasuk Indonesia mulai 2024,” jelasnya. Secara global, BYD kini menjadi raksasa kendaraan listrik.
Data penjualan menunjukkan angka sekitar 4,7 juta unit, melampaui pelopor lain seperti Tesla yang tercatat sekitar 1,4 juta unit. Di Indonesia, jaringan dibangun melalui empat mitra utama, dan BYD Haka menjadi pelopor pengembangan pasar kendaraan listrik di kawasan Indonesia Timur. Sorotan utama kunjungan kali ini adalah BYD M6 DM, MPV berkapasitas tujuh penumpang yang disetarakan dengan model populer seperti Veloz atau Innova. Teknologi Dual Mode-nya memiliki keunggulan dibanding sistem hibrida biasa: penggerak utama adalah tenaga listrik, mesin bensin hanya sebagai pendukung.
“Dengan baterai penuh dan tangki 52 liter terisi penuh, mobil ini bisa melaju sejauh 1.000 hingga 1.300 kilometer. Solusi tepat di tengah harga BBM yang makin berfluktuasi,” ujar Gunawan.
Biaya operasional pun sangat ringan, di mana pengguna kendaraan listrik sejenis cukup mengeluarkan Rp300.000–Rp500.000 per bulan untuk kebutuhan pengisian daya. Selain memperkenalkan model baru, tim BYD membawa unit Atto 3, M6 DM, dan varian lain untuk dicoba langsung oleh awak media.
Rencana selanjutnya digelar uji jalan jarak jauh sekitar 150 kilometer dari Kendari menuju Kolaka, melibatkan wartawan dan penggiat media sosial setempat. Tujuannya agar masyarakat makin paham bahwa kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan pilihan masa depan yang nyaman, canggih, dan hemat.
“Dealer kami sudah lengkap layanan 3S: penjualan, perawatan, hingga suku cadang. Kami berharap Kendari Pos turut menyebarkan informasi agar masyarakat Sulawesi Tenggara makin terbuka pada teknologi baru ini,” tambah Gunawan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi terbuka seputar peluang pengembangan kendaraan listrik yang semakin diminati berbagai kalangan, mulai keluarga hingga tenaga medis.










































