Kendarinews.com — Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan bersiap menggelar Festival Pulau Wawonii yang dikemas dalam tajuk Wonderful Wawonii 2026 dengan mengusung tema “Wawonii Wonderful untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Event yang akan berlangsung pada 14 hingga 24 Mei 2026 ini digadang-gadang menjadi momentum besar memperkenalkang potensi wisata, budaya, dan ekonomi Wawonii hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Ketua Panitia Event, Safiudin Alibas, menjelaskan penggunaan nama “Wonderful” bukan tanpa alasan. Menurutnya, Pulau Wawonii memiliki keistimewaan luar biasa yang layak d kenal dunia.
“Wawonii merupakan satu dari lima pulau di dunia yang memiliki bentuk seperti hati. Selain itu, Wawonii memiliki kekayaan alam melimpah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata hingga budaya dan tradisi yang sangat beragam,” ungkap Safiudin kepada, Rabu, (6/5/2026).
Ia menambahkan, Wawonii juga dianugerahi panorama alam yang memukau. Mulai dari terumbu karang indah yang masuk dalam kawasan segitiga terumbu karang dunia, Air Terjun Tumburano yang bertingkat dan menjulang tinggi, hingga hamparan Pantai Kampa dengan pasir putih sepanjang lebih dari satu kilometer.
Tak hanya kekayaan alam, Wawonii juga dikenal kaya akan cerita rakyat dan legenda yang menjadi bagian penting identitas budaya masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, Wonderful Wawonii 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan menarik, seperti festival bahari, kirab budaya, pameran UMKM, expo desa, lomba olahraga tradisional, hingga lomba foto dan video.
Salah satu agenda yang diprediksi menjadi pusat perhatian adalah kirab budaya Wawonii yang memadukan budaya tradisional, religi, dan kontemporer.
“Jadi nanti ada parade kalapaya, sebanyak 82 kalapaya dan khatam Quran. Kalapaya ini semacam tempat makanan untuk jamuan tamu-tamu agung. Selain itu ada juga kontau atau silat kampung dan tarian kolosal. Insyaa Allah ini akan ramai, pesertanya diperkirakan di atas seribu orang,” jelasnya.
Sementara itu, antusiasme pelaku usaha terhadap pameran UMKM juga cukup tinggi. Hingga saat ini tercatat sudah ada 56 peserta UMKM yang mendaftar, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Lokal sekitar 20-an pendaftar, selebihnya dari luar daerah. Bahkan ada peserta dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara seperti Jawa dan Sulawesi Selatan,” ujar Safiudin yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Konawe Kepulauan.
Festival bahari turut menjadi daya tarik tersendiri karena akan menampilkan tradisi khas masyarakat pesisir seperti Mekoloro (mancing), Homulu (menyuluh), dan Meoti-oti (mencari kerang). Hasil kegiatan itu nantinya akan dimanfaatkan dalam kegiatan bakar ikan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Selain itu, panitia juga menggelar lomba foto dan video Wonderful Wawonii 2026 dengan tema bebas yang menampilkan seluruh potensi daerah, mulai dari pertanian, wisata hiingga kehidupan bahari.
Beragam olahraga dan seni tradisional pun akan ditampilkan, seperti melanggoa (engrang) dan kapinda, permainan tradisional menggunakan tempurung kelapa yang diikat tali dan digunakan berjalan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei 2026 dengan perkiraan peserta mencapai 300 hingga 400 orang.
Tak berhenti di situ, Wonderful Wawonii 2026 juga akan menghadirkan expose desa pada 22 Mei dan Wawonii Run pada 24 Mei. Pentas seni adat seperti mewaso (berbalas pantun), tarian Wawanta’u, hingga tarian Kamori-mori yang merupakan tarian asli Wawonii juga akan meramaikan festival tersebut.
Menurut Safiudin, event ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya besar melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin budaya Wawonii tetap lestari, baik tradisi maupun cerita rakyatnya. Di sisi lain, ini juga menjadi promosi wisata dan yang paling penting bagaimana event ini mampu menggerakkan sektor ekonomi riil sehingga UMKM bisa tumbuh,” katanya.
Ia berharap Wonderful Wawonii dapat menjadi langkah besar bagi Konawe Kepulauan untuk semakin dikenal luas dan menjadi destinasi unggulan di Indonesia.
“Kita berharap Wawonii bisa tembus ke tingkat nasional bahkan internasional. Pelestarian budaya tetap terjaga dan ekonomi masyarakat semakin berkembang karena daerah semakin terbuka dan mendapat perhatian untuk pengembangan potensinya,” ujarnya.
Safiudin juga mengungkapkan bahwa event ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Konawe Kepulauan Rifqi Saifullah Razak beserta seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Pak Bupati sangat semangat. Alhamdulillah event ini mendapat dukungan penuh dari Bupati, Wakil Bupati, DPRD, TP PKK, Dekranasda, dan seluruh stakeholder. Semua bergerak bersama demi kesuksesan event ini, karena yang kita lakukan bukan untuk pribadi, tetapi untuk daerah dan masyarakat Wawonii,” tutupnya. (ryl)









































