Sinergi Farmasi, Teknologi dan Sanitasi di Seminar Nasional Universitas Mandala Waluya

KENDARINEWS.COM-– Pentingnya kolaborasi, kesehatan lingkungan fondasi awal sebagai pijakan pembangunan berkelanjutan menjadi fokus dalam Seminar Nasional Kesehatan Lingkungan yang digelar Universitas Mandala Waluya (UMW) dengan tema “One Health Innovation: Integrasi Farmasi, Teknologi Kesehatan, Sanitasi Lingkungan dalam Pencegahan dan Mitigasi Penyakit Berbasis Lingkungan untuk Mendukung SDGs”.

Acara yang menghadirkan empat narasumber ahli dari berbagai institusi ini mengedepankan konsep One Health, yang menyatukan berbagai sektor dalam menangani permasalahan kesehatan. Abdul Rahim, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt. (Dekan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin) menjelaskan peran farmasi dalam inovasi obat dan pengendalian penyakit. Sementara itu, Dr. I Dewa Gede Hari Wisana, ST., MT. (Dosen Elektromedis Poltekkes Surabaya) membahas pengembangan perangkat monitoring lingkungan terkait kesehatan manusia.

Aziz Anshori Wahid, ST, MT. (Sekretaris Umum AIPTLMI) menyampaikan materi tentang Teknologi Layanan Medis (TLM), dan Andi Sultan Bakri, SKM., M.Sc. (Ketua PP HAKLI Sultra & Kabid Kesmas Dinkes Prov. Sultra) mengemukakan sanitasi lingkungan sebagai fondasi penanggulangan penyakit berbasis lingkungan.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UMW, Titi Purnama S. Si, M. Si menegaskan bahwa
Dalam konteks ini, integrasi keilmuan farmasi, teknologi kesehatan, dan sanitasi lingkungan menjadi kunci penting. Farmasi berperan dalam inovasi obat dan pengendalian penyakit, teknologi kesehatan memperkuat sistem deteksi, pencegahan, dan layanan kesehatan, Elektromedis berperan pada Pengembangan perangkat monitoring lingkungan yang berdampak pada kesehatan manusia, sementara sanitasi lingkungan menjadi fondasi utama dalam memutus rantai penularan penyakit berbasis lingkungan. Ketiganya tidak dapat berjalan sendiri, tetapi harus saling menguatkan dalam satu ekosistem keilmuan dan praktik yang terpadu.

Melalui seminar ini, kita ingin menegaskan bahwa inovasi tidak cukup berhenti pada temuan ilmiah, tetapi harus bergerak menuju solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Integrasi farmasi, teknologi kesehatan, dan sanitasi lingkungan merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pencegahan dan mitigasi penyakit yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). “Hal ini juga telah dibahas dalam pertemuan kami bersama Menteri Pendidikan tinggi pada 5 Januari lalu, ” paparnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen institusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya tujuan terkait kesehatan yang baik dan kesejahteraan, air bersih dan sanitasi, industri dan inovasi, serta pembangunan yang berkelanjutan. Melalui inovasi dan kolaborasi, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset terapan, dan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat “Harapannya alumni kami, bisa berkontribusi dalam menjadi solusi, ” Harapnya, Sabtu (17/1).

Sementara itu menurut Ketua Panitia, Selpirahmawati Saranani, S. Farm, M. Si,
Selain sebagai forum pertukaran gagasan, seminar yang diikuti ratusan mahasiswa UMW, apoteker, dan tenaga kesehatan lingkungan di Kendari juga memiliki nilai strategis dalam penjaminan mutu akreditasi dan mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Lingkungan yang sehat melahirkan manusia yang kuat, dan manusia yang berpengetahuan akan menjaga lingkungannya,” pungkasnya.(lis)

Tinggalkan Balasan