KENDARINEWS.COM — Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam memastikan keberlanjutan pengembangan proyek hilirisasi nikel di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus ditunjukkan melalui penerapan tata kelola proyek yang disiplin, terukur, serta berorientasi jangka panjang. Hal tersebut terlihat dalam kunjungan Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID) ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) pada awal tahun 2026. Dalam kunjungan tersebut, MIND ID memberikan apresiasi atas kemajuan pembangunan fasilitas hilirisasi PT Vale sekaligus pendekatan kehati-hatian perusahaan dalam mengelola proyek strategis nasional agar tetap selaras dengan prinsip keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan kesinambungan investasi.
Kunjungan lapangan dilakukan dengan meninjau langsung Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa. Hingga saat ini, berbagai fasilitas utama dan infrastruktur pendukung telah terbangun dan terpasang, mulai dari struktur awal proses produksi, utilitas pendukung, hingga sistem logistik yang terintegrasi dengan fasilitas pelabuhan. Pencapaian tersebut mencerminkan kesiapan teknis proyek untuk melanjutkan tahapan pengembangan selanjutnya secara bertanggung jawab.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menyampaikan apresiasi terhadap percepatan pembangunan fasilitas HPAL PT Vale yang dinilainya menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu relatif singkat. Ia mengaku terkejut dengan perkembangan proyek tersebut. “Saya cukup surprise melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri beberapa peralatan. Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujar Tedy.
Tedy menilai proyek HPAL PT Vale di Pomalaa memiliki arti strategis bagi Indonesia, khususnya dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari sisi kesiapan peralatan serta kualitas kemitraan yang dibangun, proyek ini dinilai memiliki perencanaan yang matang dan terstruktur. “PT Vale memiliki cadangan nikel yang sangat besar, terutama limonite. Dari sisi peralatan dan mitra, saya melihat persiapannya sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target,” tambahnya.
Selain meninjau perkembangan fisik proyek, Tedy juga mengapresiasi konsistensi PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik atau good mining practices, serta kedisiplinan dalam mematuhi ketentuan yang berlaku. Pendekatan kehati-hatian yang diterapkan perusahaan, termasuk pengelolaan aktivitas secara terukur pada fase administratif, dinilai mencerminkan tata kelola yang kuat dan bertanggung jawab.
“PT Vale dikenal konsisten menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan, termasuk penghentian sementara kegiatan saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” katanya.
Proyek hilirisasi di IGP Pomalaa merupakan investasi strategis jangka panjang yang dirancang untuk menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat rantai pasok industri berbasis nikel, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan baik di tingkat regional maupun nasional. Seluruh tahapan pengembangan proyek dilaksanakan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta memenuhi standar keselamatan dan tata kelola yang berlaku secara internasional.
Ke depan, PT Vale menegaskan akan terus menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan proyek, kepatuhan administratif, dan disiplin manajemen risiko sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun industri nikel Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan.










































