UHO Perkuat Penjaminan Mutu Lewat Workshop Penyelarasan Renstra 2025–2029

KENDARINEWS.COM — Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Workshop Penyelarasan Rencana Strategis (Renstra) Transisi UHO 2025–2029 di Hotel Horison Kendari pada 10–11 Desember 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat sistem penjaminan mutu perguruan tinggi, khususnya di seluruh program studi (prodi), sekaligus memfinalisasi renstra sebelum periode transisi dimulai.

Plt. Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., menyampaikan kegiatan ini menindaklanjuti audit internal prodi yang telah dilaksanakan sejak bulan lalu. “Pemaparan hasil audit tersebut disajikan dalam workshop hari ini,” ujarnya.

Dr. Herman menjelaskan, audit yang mencakup 115 prodi menunjukkan hasil yang beragam. Audit dimaksudkan untuk memotret konsistensi setiap prodi dalam memenuhi standar akreditasi, termasuk standar laboratorium dan standar institusi perguruan tinggi. “Dari 115 prodi yang diaudit, kami mengelompokkan prodi ke dalam beberapa klaster — mulai dari prodi S1 (sekitar 77 prodi) hingga program S2 dan S3. Ada yang masuk lima besar, ada pula yang masih tertinggal. Ini bukan soal siapa yang terbaik, melainkan potret objektif untuk perbaikan,” jelasnya.

Hasil pemetaan ini menjadi dasar pimpinan universitas menentukan langkah strategis. Prodi yang memerlukan perbaikan akan didorong percepatannya, sementara prodi yang berhasil mempertahankan kualitas akan mendapatkan apresiasi. Dr. Herman juga menekankan kesiapan menjelang asesmen eksternal. “Setiap prodi memiliki siklus akreditasi lima tahunan dengan masa berlaku berbeda. Karena itu, kami telah memetakan prioritas akreditasi setiap tahun; misalnya prodi yang masa akreditasinya berakhir 2026 sudah kami petakan sejak sekarang,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Ida Usman, M.Si., menambahkan, agenda utama workshop adalah pemaparan hasil audit mutu internal yang menilai kinerja setiap prodi berdasarkan indikator lembaga akreditasi. “Dari audit muncul pemeringkatan, mulai prodi berkinerja terbaik hingga yang perlu peningkatan. Tujuan rapat tinjauan manajemen adalah memastikan pimpinan mengetahui kondisi riil masing-masing prodi,” katanya.

Prof. Ida juga menjelaskan, draft awal Renstra yang disusun tim penyusun dibahas bersama seluruh unsur pimpinan, mulai rektor hingga jajaran bawah, untuk memastikan bagian yang perlu dipertajam atau diselaraskan dengan kebutuhan universitas. “Harapannya dalam dua hari ini tim dapat merumuskan finalisasi Renstra UHO 2025–2029. Dokumen ini harus rampung sebelum 2026 karena nantinya akan diturunkan ke renstra unit-unit, termasuk fakultas dan prodi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan