KENDARINEWS.COM — Penyelesaian konflik agraria menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) 2025. Rakor ini digelar untuk mengevaluasi capaian, memperkuat sinergi lintas instansi, dan memastikan program Reforma Agraria berjalan efektif serta berpihak kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menekankan bahwa keberhasilan Reforma Agraria sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor dan peran aktif pemerintah daerah, khususnya GTRA di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan perlu memberikan pendampingan dan dukungan penuh dalam menyelesaikan sengketa agraria yang masih muncul di lapangan,” ujar Asrun Lio dalam keterangan resmi, Rabu (10/12/2025).
Pemprov Sultra menekankan percepatan penanganan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang telah dinyatakan clear and clean. Upaya tersebut dilakukan melalui sertifikasi tanah, legalisasi aset, maupun redistribusi tanah agar manfaat Reforma Agraria dapat segera dirasakan masyarakat.
Selain itu, pemerintah mendorong penataan akses bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Program ini meliputi fasilitasi permodalan, bantuan bibit dan pupuk, pelatihan teknologi, serta dukungan pemasaran bagi penerima manfaat Reforma Agraria.
“Kita berharap GTRA dapat menghadirkan success stories dari berbagai kabupaten/kota sebagai bukti keberhasilan Reforma Agraria yang berpihak kepada masyarakat,” tambah Asrun Lio.
Rakor Akhir GTRA 2025 menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penguatan sinergi antarinstansi. Kegiatan ini juga memastikan langkah-langkah strategis Reforma Agraria di Sultra dapat dijalankan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga menyentuh langsung kehidupan masyarakat penerima manfaat.
Melalui koordinasi intensif dan implementasi program yang menyeluruh, Pemprov Sultra menegaskan komitmennya agar Reforma Agraria tidak hanya menjadi program administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas di seluruh wilayah provinsi.










































