KENDARINEWS.COM — Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, mengecam Amerika Serikat (AS) karena meniru drone kamikaze Shahed dan mengerahkan versi tiruannya, LUCAS, ke Timur Tengah.
Menurut Shekarchi, langkah Washington menunjukkan pengakuan atas kehebatan militer Teheran. “Tidak ada kehormatan yang lebih besar daripada melihat negara-negara adidaya yang memproklamirkan diri berlutut di hadapan drone Iran dan menirunya,” ujarnya, dikutip dari Iran International.
Komentar Shekarchi muncul setelah Pentagon pekan lalu mengumumkan pengerahan armada drone serang satu arah di Timur Tengah, yang dikembangkan dengan meniru Shahed Iran yang berhasil direbut. CENTCOM menyatakan drone LUCAS dapat beroperasi secara otonom, diluncurkan dari berbagai platform, dan dirancang untuk memperkuat pasokan kendaraan udara tak berawak murah yang dianggap sebagai masa depan peperangan.
Desain Shahed sebelumnya diserahkan Iran kepada Rusia untuk digunakan dalam invasi skala penuh ke Ukraina, di mana versi Geran-2 telah diproduksi massal. Pejabat pertahanan AS mengatakan kepada CNN dan media lain bahwa pengerahan drone tiruan ini bertujuan “membalikkan keadaan” setelah bertahun-tahun Iran dan sekutu menggunakan drone murah untuk menyerang posisi AS, termasuk serangan 2024 di Yordania yang menewaskan tiga tentara Amerika.
Meskipun LUCAS berharga sekitar USD 35.000 per unit, harganya tetap jauh lebih mahal dibandingkan model Iran, China, atau Rusia, memunculkan pertanyaan soal kemampuan Pentagon untuk memproduksi cukup banyak drone dengan cepat dan murah. CENTCOM tidak merinci jumlah drone yang telah dikerahkan, hanya menyatakan “banyak” unit telah berada di wilayah tersebut dengan lebih banyak lagi akan dikirim.
Shekarchi menilai ancaman AS dan Israel terhadap Iran sebagai “khayalan” dan menekankan perang singkat pada Juni lalu menunjukkan runtuhnya ancaman tersebut “di medan pertempuran yang sebenarnya.” Ia menambahkan bahwa pasukan Iran, khususnya Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam, tetap menjadi “duri di tenggorokan sistem hegemonik.”
Para analis sebelumnya menyoroti desain sederhana Shahed dan biaya rendah unitnya, yang mendorong upaya global untuk memproduksi sistem tak berawak serupa dengan harga terjangkau. Pemerintah Barat telah memberlakukan sanksi terhadap produsen dan jaringan pengadaan drone Iran, menuduh Teheran memasok drone ke Rusia dan kelompok bersenjata regional. Iran membantah keterlibatan langsung dalam operasi tempur di luar negeri, menegaskan teknologi tersebut hanya untuk tujuan pertahanan. (Sindonews)










































