Dishub Sultra Tingkatkan Layanan Transportasi Profesional dan Terintegrasi

KENDARINEWS.COM — Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Dishub Sultra) terus memperkuat sinergi dan menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat.

Kepala Dishub Sultra, Muh. Rajulan, menegaskan bahwa profesionalitas, integrasi layanan, dan pengembangan inovasi menjadi fokus utama sektor perhubungan. “Kita akan terus memperkuat sinergi, meningkatkan inovasi, dan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat,” ujar Rajulan.

Menurutnya, arahan Menteri Perhubungan menekankan pentingnya transportasi yang andal dan aman sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah. “Pelayanan transportasi bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan infrastruktur, efisiensi, dan integrasi antarmoda. Semua pihak harus berkomitmen memberikan layanan terbaik,” tegasnya.

Rajulan mengajak seluruh jajaran Dishub untuk terus berbenah, dengan fokus pada peningkatan fasilitas dan digitalisasi layanan publik. “Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan fasilitas serta digitalisasi layanan transportasi. Hal ini demi pelayanan publik yang efisien dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Dalam implementasinya, Dishub Sultra telah meluncurkan layanan E-Retribusi Parkir berbasis Android dan E-Retribusi Pelabuhan, sebagai sistem pembayaran non-tunai untuk pengguna jasa di pelabuhan, terminal, dan parkir tepi jalan provinsi. Kedua layanan ini telah dilaunching oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, pada 17 September 2025, dengan dukungan Bank Indonesia Perwakilan Sultra dan Bank Sultra. Digitalisasi ini diyakini mampu memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan transparansi pembayaran.

Selain itu, Dishub Sultra menghadirkan Sistem Informasi Rekanan Langsung (SIRAL), aplikasi daring yang mempermudah rekanan mengurus pencairan dana dan dokumen tanpa harus datang ke kantor. “Melalui SIRAL, para rekanan cukup mengunggah berkas dari rumah. Proses verifikasi dilakukan secara online, dan setelah disetujui mereka hanya mengambil dokumen yang sudah selesai,” jelas Rajulan.

Dengan SIRAL, proses yang sebelumnya memakan waktu hingga tujuh hari kini bisa dipersingkat menjadi hanya dua hari. Rajulan menekankan, digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mencegah kebocoran PAD dan menghilangkan praktik percaloan. “Kalau sistemnya sudah bagus, calo pasti hilang. Masyarakat bisa mengurus layanan dari rumah tanpa perlu bolak-balik. Seperti di bandara, sekarang sudah tidak ada calo tiket lagi,” ujarnya.

Dengan rangkaian inovasi ini, Dishub Sultra berharap mampu menghadirkan layanan transportasi yang profesional, terintegrasi, dan inovatif, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan Balasan