KENDARINEWS.COM–Kerja sama strategis kembali terjalin antar daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka memperkuat misi dagang dan investasi pada sub sektor perkebunan.
Penandatanganan PKS yang dilakukan Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra LM. Rusdin Jaya tersebut berlangsung dalam suasana penuh optimisme, disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar P. Kehadiran kedua pimpinan daerah ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan saling menguntungkan.
LM Rusdin Jaya menyampaikan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat jejaring pasar dan investasi antara dua provinsi. “Dengan adanya PKS ini, kami membuka ruang lebih luas bagi produk perkebunan Sultra untuk memasuki pasar Jawa Timur yang memiliki rantai industri dan distribusi yang kuat,” ujarnya.

Sultra memiliki potensi besar di sektor perkebunan, khususnya komoditas kakao, kelapa, dan tebu. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan rantai pasok yang lebih efisien sekaligus membuka peluang pengembangan industri turunan perkebunan di kedua daerah.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dalam sambutannya menegaskan kerja sama ini sejalan dengan visi pembangunan daerah; mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju menuju masyarakat yang aman, sejahtera, dan religius. Kerja sama seperti ini merupakan fondasi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengingatkan agar seluruh OPD dan pelaku usaha tidak terhenti di seremoni saja. “Saya harapkan OPD dan pelaku usaha segera menindaklanjuti hasil MoU, jangan berhenti pada seremoni,” tegasnya. Ia menyebut kunjungan Gubernur Jatim dan jajarannya menjadi momentum positif bagi percepatan kerja sama, dan dalam waktu dekat Sultra akan melakukan kunjungan balasan ke Jawa Timur.
Katanya, misi dagang tahun ini selaras dengan fokus pembangunan Sultra yang menekankan konektivitas ekonomi, penguatan sektor pertanian dan maritim, serta dukungan terhadap dunia usaha. Hingga hari pertama, nilai transaksi telah mencapai Rp800 juta. Pertumbuhan ekonomi Sultra pada triwulan III 2025 turut menunjukkan potensi besar kerja sama, dengan pertumbuhan 5,9% dan pertumbuhan industri pengolahan mencapai 18,9%.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kolaborasi teknis antar OPD, mulai dari sektor peternakan, perdagangan, hingga industri. Ia bahkan menawarkan pelaksanaan inseminasi buatan kolosal bagi peternak di Sultra.
Khofifah menjelaskan setiap misi dagang Jatim dilengkapi dengan Joint Evaluation and Supervision System (JESS) sebagai instrumen untuk memonitor tindak lanjut kerja sama. Ia mencontohkan keberhasilan misi dagang Jatim di Singapura yang mencatat transaksi Rp4,16 triliun dan langsung ditindaklanjuti dengan kedatangan puluhan pelaku usaha asing ke Jawa Timur. (Ris)








































