Rajulan Pimpin Transformasi Dishub Sultra, Inovasi Digital dan Visi Eco Port untuk Konektivitas Regional

KENDARINEWS.COM- – Di tengah gelombang disrupsi yang melanda berbagai sektor, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Muhamad Rajulan, S.Sos., M.Si., tampil sebagai agen perubahan. Rajulan, seorang pemimpin visioner, menyadari betul bahwa era digital menuntut transformasi dalam pelayanan publik. Dengan semangat inovasi dan komitmen tinggi, ia memimpin Dishub Sultra untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih efisien, transparan, dan inklusif.

Rajulan memahami bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Transformasi pelayanan harus sejalan seiring dengan kemajuan informasi teknologi,” tegasnya.

Sebagai respons terhadap tantangan disrupsi, Dishub Sultra meluncurkan sejumlah inovasi digital yang signifikan. Salah satunya adalah e-retribusi pelabuhan dan e-retribusi parkir. Sistem pembayaran non-tunai ini memudahkan pengguna jasa di pelabuhan, terminal, dan parkir tepi jalan provinsi. Dengan e-retribusi, proses pembayaran menjadi lebih cepat, aman, dan transparan.

“Adanya pelayanan digital tersebut memacu peningkatan PAD lebih maksimal,” ungkap Rajulan. Implementasi e-retribusi juga membantu meminimalisir praktik pungutan liar (pungli) dan kebocoran pendapatan daerah.

Selain e-retribusi, Dishub Sultra juga menghadirkan Sistem Informasi Rekanan Langsung (SIRAL). Aplikasi ini memungkinkan para rekanan Dishub untuk mengurus proses pencairan dana dan dokumen secara daring. Dengan SIRAL, rekanan tidak perlu lagi datang langsung ke kantor Dishub untuk mengurus administrasi.

“Melalui SIRAL, para rekanan cukup mengunggah berkas dari rumah. Proses verifikasi dilakukan secara online, dan setelah disetujui, mereka hanya tinggal mengambil dokumen yang sudah selesai,” jelas Rajulan. SIRAL memangkas waktu pemrosesan dari tujuh hari menjadi hanya dua hari.

Visi Rajulan tidak hanya terbatas pada digitalisasi pelayanan. Ia juga memiliki mimpi besar untuk membangun konektivitas daerah melalui pembangunan infrastruktur transportasi yang memadai. Salah satu proyek ambisiusnya adalah pembangunan Command Center Transportasi.

Command Center ini akan menjadi pusat informasi dan pemantauan seluruh aktivitas transportasi di wilayah Sultra. Dilengkapi dengan layar besar yang memantau aktivitas di berbagai pelabuhan melalui CCTV, Command Center memungkinkan petugas untuk merespons masalah di lapangan secara cepat dan efektif.

“Kalau terjadi masalah di lapangan, petugas bisa langsung menindaklanjuti secara cepat. Selain itu, semua penerimaan retribusi juga akan terpantau secara real-time sehingga potensi penyimpangan bisa ditekan,” tutur Rajulan.

Pembangunan Command Center diharapkan dapat dimulai tahun depan, seiring dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Dishub provinsi, kabupaten, dan kota. “Kami juga membentuk tim inovasi dan rutin meningkatkan kemampuan SDM setiap minggu. Ke depan, kami berencana bekerja sama dengan salah satu provider nasional untuk memperkuat sistem digital ini,” jelas Rajulan.

Sebelum fokus pada inovasi digital, Rajulan terlebih dahulu membenahi infrastruktur transportasi yang ada. Ia berhasil mengaktifkan kembali seluruh terminal di Sultra dan melakukan perbaikan fasilitas di sejumlah pelabuhan.

“Alhamdulillah, sekarang semua terminal sudah aktif. Kami juga melakukan digitalisasi pelayanan dan perbaikan fasilitas di sejumlah pelabuhan agar masyarakat bisa menikmati layanan transportasi yang layak,” jelasnya.

Salah satu pencapaiannya adalah pembangunan pelabuhan feri dari beton menggantikan pelabuhan kayu yang sudah tidak layak. “Sebelum saya menjabat, pelabuhan tempat sandar kapal feri masih berbahan kayu. Saya kaget ketika melihat langsung kondisinya, dan akhirnya kami anggarkan pembangunan pelabuhan dari beton yang kini sudah digunakan,” kenangnya.

Rajulan juga memiliki mimpi besar untuk menghadirkan pelabuhan penyeberangan representatif di kawasan timur Indonesia, khususnya di Amolengo-Labuan, Sultra. Ia bahkan telah menyiapkan desain Eco Port berbasis kearifan lokal, yang ia jadikan topik disertasinya pada jenjang S3 Jurusan Ilmu Manajemen.

“Sejak awal saya punya cita-cita membangun pelabuhan yang benar-benar representatif seperti Merak-Bakauheni. Di Indonesia timur, belum ada pelabuhan penyeberangan yang memenuhi standar seperti itu,” katanya.

Konsep Eco Port Amolengo-Labuan tidak hanya berfokus pada infrastruktur modern, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Rajulan ingin menggabungkan kemajuan teknologi pelabuhan dengan kehidupan tradisional masyarakat Bajo.

“Di sekitar Amolengo ada masyarakat Suku Bajo. Saya tidak mau mereka digusur. Justru saya ingin menggabungkan kemajuan teknologi pelabuhan dengan kehidupan tradisional mereka,” jelas Rajulan.

Eco Port Amolengo-Labuan akan menjadi pelabuhan percontohan berwawasan lingkungan yang juga berpotensi sebagai destinasi wisata baru. “Kami ingin masyarakat Bajo tetap hidup di komunitasnya, tapi juga ikut maju secara ekonomi. Bisa ada restoran terapung, homestay, dan pusat kuliner berbasis lokal. Jadi orang datang ke pelabuhan bukan hanya untuk menyeberang, tapi juga berwisata,” katanya dengan penuh semangat.

Rajulan mengakui bahwa rencana besar ini masih terkendala keterbatasan anggaran. Namun, ia sudah mempresentasikan desainnya di Kementerian Perhubungan agar bisa dibiayai melalui APBN.

“Syarat dari kementerian, lahannya harus dihibahkan ke mereka agar bisa dibangun dan dikelola langsung oleh pusat. Kami sedang berupaya memenuhi itu,” ujarnya.

Melalui berbagai langkah inovatif dan visioner, Muhamad Rajulan membuktikan diri sebagai pemimpin yang mampu membawa Dishub Sultra menuju transformasi yang lebih baik. Dengan kepemimpinan yang kuat dan komitmen yang tinggi, ia terus berupaya mewujudkan pelayanan transportasi yang lebih transparan, efisien, dan inklusif bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Harapan kami, adanya SIRAL, e-retribusi pelabuhan, e-retribusi parkir dan Command Center berfungsi efektif sehingga pelayanan perhubungan lebih cepat, transparan, dan efisien baik dari sisi waktu maupun biaya,” tutup Rajulan.

Tinggalkan Balasan