Sidak Dua Puskesmas, La Ode Butolo : Jangan Intervensi Penggunaan Dana BOK!

Kendarinews.com – Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar), La Ode Butolo meminta agar penggunaan dana Bantuan Operasiona Kesehatan (BOK) dilakukan secara mandiri oleh Puskesmas untuk meningkatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. Peryataan itu diungkapkan karena adanya informasi yang mengintervensi penggunaan dana BOK. Hal itu disampaikan saat melakukan inpeksi mendadak (Sidak) di Puskesmas Lawa dan Puskesmas Guali, Mubar.

Pj Bupati Mubar, La Ode Butolo melihat langsung raungan pelayanan Puskesmas Lawa yang mulai rusak karena bocor saat hujan.

“Saya sampaikan bahwa penggunaan dana BOK jangan ada yang intervensi. Silahkan Puskesmas manfaatkan dengan baik untuk peningkatan mutuh pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kalau ada intervesi lapor ke saya,” tegas La Ode Butolo saat audiens bersama pegawai Puskesmas Lawa Selasa (21/5).

Pj Bupati Mubar, La Ode Butolo kedua dari kiri (depan) saat melakukan audiens bersama pegawai Puskesmas Lawa.

Lanjutnya, ia, melakukan Sidak di dua Puskesmas di Mubar untuk mendapatkan kejelasan terkait informasi penggunaan dana BOK yang diintervensi oleh pihak tertentu. Menurutnya hal itu tidak bisa dilakukan karena peruntukan penggunaan dana BOK memang ke Puskesmas untuk membiayai pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. “Saya keliling ini karena saya dengar itu (penggunaan dana BOK diintervensi, red). Jadi tidak usah takut, silahkan digunakan dengan baik, karena sudah jelas peruntukannya untuk Puskesmas,” terangnya.

Selain persoalan dana BOK orang nomor satu di Mubar itu juga memeriksa kelayakan kondisi gedung Puskesmas. Hal itu dilakukan untuk memastikan agar pasien yang masuk mendapatkan pelayanan dengan baik. Apalagi Puskesmas Lawa merupakan Puskesmas rawat inap. Makanya bangunan yang rusak dan bocor akan diperbaiki. “Ada satu ruangan pelayanan yang rusak karena bocor. Kita akan perbaiki. Kalau anggaran memungkinkan kita porsikan di APBD perubahan ini. Tetapi kalau tidak kita anggarkan di APBD induk,” ucapnya.

“Termasuk soal keluhan ketersediaan peralatan seperti tabung oksigen. Hal ini menjadi atensi kita agar supaya pengisian dan ketersediaan tabung oksigen tetap ada,” tutup Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tenggara Bidang Kemasyarakatan dan SDM itu. (ahi)

Tinggalkan Balasan