Ikhtiar Andi Makkawaru Kendalikan Inflasi, Mulai Gelar Pasar Murah hingga Jaga Pasokan Pangan

KENDARINEWS.COM— Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Andi Makkawaru berupaya maksimal mengendalikan inflasi di wilayah tugasnya. Tak heran ia kerap mengunjungi pasar tradisional untuk memastikan pasokan dan harga terkendali.

Terbaru, Pj Bupati Kolaka itu terlihat hadir di gerakan pangan murah di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka, Senin (1/4). Dalam sambutannya, Andi Makkawaru mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka menekan laju inflasi di wilayah otoritanya.

Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sultra itu mengatakan, gelar pangan murah juga digelar sejumlah kabupaten/kota di Bumi Anoa. Namun, kata dia, pelaksanaan gelar pangan murah di Kabupaten Kolaka berbeda dibanding di daerah lain.

“Daerah lain itu pelaksanaan gelar pangan murahnya hanya sehari saja. Cuma hari ini. Tapi kita digelar selama lima hari mulai hari ini hingga 5 April 2024 mendatang,” tutur Andi Makkawaru disambut tepuk tangan ratusan warga yang datang berbelanja di kegiatan gelar pangan murah tersebut.

Dihadapan ratusan warga yang antre untuk berbelanja di kegiatan gelar pangan murah itu, Andi Makkawaru menegaskan bahwa stok dan harga pangan di Bumi Mekongga, khususnya beras itu masih aman. Untuk itu, dirinya meminta kepada warga agar tidak panik terhadap isu lonjakan harga beras yang meningkat drastis.

“Sebenarnya harga beras tidak ada lonjakan yang berarti. Konsumsi beras tiap bulan juga sama. Tapi kenapa harganya berubah. Nah, itulah yang sedang kami atur terkait pasokan dan distribusi beras,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Makkawaru juga meminta Satgas Pangan untuk lebih aktif dalam memantau stok pangan, khususnya beras di Kabupaten Kolaka. “Kami memang belum mengeluarkan himbauan, tapi kami harap agar gabah itu tidak keluar dari Kolaka sebelum kebutuhan kita terpenuhi. Olehnya itu, kami minta Dinas Ketahanan Pangan nanti untuk menghitung berapa pabrik penggilingan dan berapa stok yang ada. Setelah itu baru silakan dijual keluar kalau ada kelebihan. Semoga kita tetap dapat menjaga pasokan dan stabilitas pangan lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka, Muhammad Azikin menjelaskan, pada gelar pangan murah pihaknya menyediakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh ibu-ibu rumah tangga. Adapun bahan pokok yang dijual harganya jauh lebih murah dibanding yang dijual di pasaran.

“Jadi harga yang kami jual di gelar pangan murah ini murah sekali. Beras SPHP 5 kilo gram itu hanya Rp 53 ribu, telur 1 rak harganya Rp 55 ribu saja, gula pasir 1 kilo gram itu hanya Rp 16 ribu, minyak goreng 1 liter cuma Rp 15 ribu, dan bawang merah ½ kilo gram itu hanya Rp 17 ribu. Harga bahan pokok ini dijual murah karena kami subsidi,” jelasnya. (fad/kn)

Tinggalkan Balasan