Jelang Puasa, Harga Sembako Merangkak Naik

KENDARINEWS.COM–Harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dipasar tradisional yang ada diwilayah Kabupaten Konawe Utara, perlahan mengalami peningkatan kenaikan. Harga kebutuhan pokok dapur yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah kenaikan harga beras.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Konut, Indra Thalib, tidak menapik adanya kenaikan sembilan bahan pokok. Hal itu berdasarkan hasil pendataan harga kebutuhan sembako pada tanggal 28 Februari lalu.

“Misalnya beras jenis Konawe naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 16 ribu perkilogram. Begitu juga beras jenis premium dari Rp 17 ribu naik menjadi Rp 18 ribu, beras kepala dari Rp 15 ribu naik menjadi Rp 16 ribu. Yang tidak mengalami kenaikan untuk jenis beras merah, ketan putih, ketan hitam dan beras dolog,”ujar Indra Thalib, (3/3).

Selain beras berbagai jenis yang mengalami kenaikan, harga telur ayam ras mengalami kenaikan harga. Dari sebelumnya harga Rp 57.500 per rak, naik menjadi Rp 60 ribu per rak. Artinya ada kenaikan harga Rp 2.500. Sedangkan harga telur jenis ayam kampung tetap stabil.

Sementara untuk komoditas yang lain. Seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, kacang kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan segar jenis tongkol, bandeng dan kembung tak ada peningkatan kenaikan. Meskipun ada beberapa komoditas sembako yang naik dan tetap. Tetapi ada pula beberapa komoditas sembako yang mengalami penurunan harga.

“Seperti bawang merah dari harga sebelumnya Rp 40 ribu perkilogram turun menjadi Rp 35 ribu perkilogram, kemudian harga cabe rawit merah dari Rp 65 ribu perkilo menjadi Rp 50 ribu. Begitupun juga dengan harga sayur jenis kangkung dari Rp 12 ribu perkilogram turun menjadi Rp 10 ribu perkilogram, tomat dari harga Rp 28 ribu perkilogram turun menjadi Rp 15 ribu perkilonya,”urainya.

Meski demikian, Dinas Perindistrian dan Perdagangan Konut megatakan kenaikan harga beras dan telur masih dalam kondisi terjangkau. Yang dikhawatirkan kenaikan harga tidak selaras dengan pasokan komoditas. “Kenaikan harga terus akan kita pantau, agar pemerintah dapat membuat kebijakan penanganan dilapangan, sehingga daya beli warga masih stabil,”pungkasnya. (min/KN) 

Tinggalkan Balasan