Support Kasambu-sambu, Masuk Kalender Event Nasional

KENDARINEWS.COM — Kasambu-sambu, menjadi agenda tahunan yang paling ditunggu oleh warga Kota Baubau, khususnya masyarakat Kolese. Seremoni adat itu menjadi tradisi yang tak pernah luput digelar setiap pasca lebaran Idul Fitri. Acara itu sebagai wujud sambutan hangat pada para perantau yang baru saja kembali dari daerah rantau.

Akhir pekan kemarin, kemeriahan Kasambu-sambu kembali diselenggarakan. Orang nomor-1 di Kota Baubau pun tak pernah absen hadir di tengah warga yang berbahagia itu. Membuka pertemuan ratusan warga itu, Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse tak henti menyampaikan apresiasi atas konsistensi warga Kolese menjaga tradisinya. Menurut dia, selain menjaga tradisi, moment itu juga menjadi ajang menyambung dan mempererat tali silaturahim. Kasambu-sambu merupakan wujud dari rasa persaudaraan dan gotong royong

“Gotong royong dari masyarakat Kolese terlihat masih utuh dan kuat, dan ini merupakan akumulasi semua hal yang baik yang dimiliki masyarakat Kolese. Olehnya itu pertahankan terus semangat kebersamaan ini karena akan membawa kita ke dalam hal-hal yang lebih baik,” ucap Wali Kota Baubau.

Sebagai wujud apresiasinya, Wali Kota berjanji akan mendorong tradisi Kasambu-sambu masuk dalam kalender event wisata nasional. Namun sebelum itu, Dinas Pariwisata diminta segera menyiapkan instrumen kegiatan pokok dan pendukung sehingga wisatawan bisa langsung disuguhkan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat budaya yang bentuknya murni prakarsa dari masyarakat.

“Untuk itu saya sangat berharap dengan semangat masyarakat Kolese ini dapat menginspirasi Kelurahan lain. Pun dengan semangat itu pula mampu membangun kekuatan ekonomi yang lebih kuat untuk membantu sesama,” pungkasnya.

Ketua Panitia Kasambu-sambu La Ode Aswad mengatakan pesta adat Kasambu-sambu sudah kali ke 24 diperingati. Setiap tahun diangkat tema berbeda sesuai dengan dinamika sosial masyarakat. Tahun ini mengangkat tema “Kasambu-sambu Sukses, Masyarakat Kolese Unggul dan Bermartabat”.

Diurai asisten 1 Setda Baubau ini, terdapat sekitar 95 talang berisikan kuliner khas Buton disiapkan untuk di cicipi tamu-tamu dan itu murni berasal dari swadaya masyarakat.

Kasambu-sambu awalnya merupakan sebuah bentuk ungkapan rasa syukur
terhadap hasil panen masyarakat yang melimpah. Seiring dengan perjalanan waktu, kasambu-sambu menjadi ajang pertemuan muda-mudi untuk mencari pasangan hidup dan selanjutnya berkembang menjadi salah satu bentuk tradisi adat dalam rangka menyambut
para pelaut dan perantau Kolese, yang pulang ke kampung saat lebaran ldul Fitri.

“Tradisi adat kasambu-sambu juga merupakan ajang silaturahim antar generasi pada masyarakat Kolese,” ujar Aswad.

Aswad mengatakan dalam tradisi adat Kasambu-sambu, disiapkan berbagai kuliner tradisional Buton yang diletakkan pada sebuah talam. Setiap kuliner yang disajikan memiliki makna filosofis
tersendiri yang berkaitan dengan alam dan manusia.

“Pada setiap talam akan dijaga oleh
seorang gadis, dengan dandanan istimewa dan berbusana adat Buton. Tradisi adat ini
memberikan kesempatan kepada para pemuda Kolese yang kembali dari perantauan untuk dapat memilih pasangan hidup di Kolese kampung halamannya, sehingga kemanapun
mereka pergi merantau selalu akan pulang dan mengingat kampung halaman tercinta,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan ritual Kasambu-sambu adalah tradisi adat masyarakat Kolese yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam pada zaman Kesultanan Buton, dimana ritual ini awalnya merupakan wujud rasa syukur masyarakat Kolese atas segala nikmat yang Allah SWT telah berikan. Kemudian maknanya diperluas lagi menjadi momentum penyambutan bagi para perantau.

Untuk diketahui, Kasambu-sambu sempat terhenti dan dipopulerkan kembali oleh La Puli (Maa Zanibu) ketika menjabat sebagai Kepala Kampung pada 1950 atau sekitar 73 tahun lalu.

“Aktivitas adat ini terus dilanjutkan hingga 1960, lalu kembali terhenti, barulah pada 1997 Kolese berubah menjadi Desa aktivitas ini dilanjutkan kembali oleh H.Nasihun hingga sekarang,” tutupnya. (mel)

Tinggalkan Balasan