Burhanuddin Perjuangkan Listrik 24 Jam di Kabaena

KENDARINEWS.COM — Penantian panjang masyarakat Kabaena, Kabupaten Bombana, yang mendambakan listrik menyala 24 jam terus diperjuangkan Penjabat Bupati (Pj) Burhanuddin. Sejak berkunjung di Kabaena beberapa waktu lalu, Kadis SDA dan Bina Marga Sultra ini, mengaku miris setelah mengetahui masih terdapat kecamatan di Sultra, belum menikmati terangnya listrik PLN, dan masyarakat itu berada di Kabupaten Bombana.

Setelah mengetahui hal itu, suami Hj. Fatmawati Kasim Marewa ini, langsung melakukan berbagai langkah cepat, untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah lama dialami masyarakat Kecamatan Kabaena. Mulai dari meminta dukungan penuh dari Gubernur Sultra, mendatangi secara langsung manajemen PLN Operasi Distribusi Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, serta PLN UID Sulselbar yang berkantor di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia ingin mencari solusi permasalahan krisis kelistrikan yang di alami masyarakat Kabaena.

Penjabat Bupati (Pj) Burhanuddin

Bahkan, dia terbang ke Jakarta untuk secara langsung melobi Kementrian ESDM, melalui perwakilan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan beberapa waktu lalu. Di hadapan perwakilan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan itu, Burhanuddin yang di dampingi langsung perwakilan manajemen PLN UID Sulselbar dan beberapa kepala OPD lingkup Bombana, Burhanuddin meminta perhatian dan dukungan pemerintah pusat, dalam menangani masalah krisis kelistrikan yang telah lama dialami masyarakat Kabaena. Tidak ada usaha yang menghianati hasil.

Dari beberapa langkah dan upaya yang telah dilakukan Pemda Bombana, masyarakat Kabaena sudah bisa tersenyum. Sebab, dari pertemuan tersebut, PLN telah menyatakan persetujuan untuk menambah mesin cadangan listrik di Kabaena. Diakui Burhanuddin saat ini, mesin PLN yang ada di Kabaena hanya memiliki daya 1.840 kw, dengan beban puncak sebesar 1.820 kw. Serta cadangan daya sebesar 20 kw.

Lanjut dia, untuk meningkatkan layanan menjadi 24 jam menyala, diperlukan tambahan mesin dengan total kapasitas 1 mw (2x@500 kw atau 1×1.000 kw). Sehingga total kapasitas terpasang menjadi 3.335 kw, dengan daya menjadi 2.840 kw. Jika tidak ada penambahan mesin, maka di khawatirkan akan terjadi kerusakan mesin, dan Kabaena akan mengalami black out atau mati total. Hal inilah yang menjadi pertimbangan PLN selama ini, tidak mengaliri listrik Kabaena 24 jam.

“Maka dari itu, kita memberikan solusi kepada PLN, agar mendatangkan mesin tambahan di Kabaena. Saya akan siapkan lahan untuk mesin tersebut seluas 5X40 meter. Selain itu, saya bersedia membiayai transportasi pemindahan mesin PLN ke Kabaena,” ungkap Burhanuddin.

Diakuinya, setelah berbagai upaya tersebut, Juni 2023 penantian masyarakat Kabaena terkait listrik 24 jam akan terwujud. “Mesin-mesin di Ladumpi akan dipindahkan ke Kabaena. Karena harus melalui proses juga menunggu teknisnya untuk pemindahan. Insya Allah, jika semua berjalan dengan baik, maka Juni nanti, Kabaena bisa menyala 1×24 jam,” pungkasnya. (adv/idh)

Tinggalkan Balasan