Kebutuhan Meningkat, Pemkab Buton Kembali Salurkan Cadangan Pangan

KENDARINEWS.COM — Setelah menyalurkan 40 ton beras beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton kembali melepas cadangan pangannya untuk memenuhi permintaan masyarakat. Kali ini komoditas gula pasir. Harga gula di pasaran kini mencapai Rp 16 ribu perkilogram dan terbilang mahal sehingga dikhawatirkan memicu inflasi.

Untuk itu, Pemkab Buton mengambil langkah strategis dengan menyalurkan cadangan pangan sebanyak 4,62 ton bagi masyarakat pada tujuh kecamatan. Pj. Bupati Buton, Basiran, melepas cadangan pangan gula pasir ton di halaman rumah dinasnya di Pasarwajo, Jumat (31/3). Basiran mengatakan pelepasan bahan pangan gula pasir sebagai upaya Pemkab mencegah inflasi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Sebab di moment ini kebutuhan masyarakat cukup tinggi. “Biasanya Ramadan begini harga melonjak, apalagi mau lebaran. Untuk itu, semoga dengan adanya stok gula pasir ini kita bisa mencegah inflasi agar harga tidak melonjak naik selama puasa dan Idul Fitri nanti,” ungkapnya.

Ia pun meminta pihak instansi, camat dan kepala desa untuk berkoordinasi serta mengawal dengan baik turunnya cadangan pangan itu. Dengan jumlah 40 ton lebih, diperkirakan minimal satu kepla keluarga bisa membeli 3 kilogram gula pasir. Petugas ketahanan pangan akan memantau di desa, jika habis akan didistribusi kembali. Bila belum habis, maka diambil kembali, tidak disimpan didesa. “Jika stok habis kita tukar lagi sampai terkendalinya inflasi. Camat saya ingatkan karena sasarannya di desa agar warga tidak beli gula pasir di pasar kota. Oh ya, tolong gunakan kilo yang sudah ditera agar tidak disoroti, karena ini uang dari masyarakat,” pesan Basiran.

Lebih dari itu, Basiran menuturkan, keputusan Pemkab membuat Perda cadangan pangan tahun 2022 lalu, sangatlah tepat. Saat ini manfaatnya sudah bisa dirasakan masyarakat. Hanya saja saat ini, Pemkab belum memiliki gudang sendiri, sehingga cadangan pangan yang distok masih dititipkan di Bulog. “Gudang pangan tidak sembarangan makanya disimpan di Bulog. Perda sudah ada mudah-mudahan kita bisa membuat gudang pangan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Buton, La Lodi, menyebutkan, gula pasir sebanyak 4,62 ton dilepas dengan harga Rp 10 ribu perkilogram. “Akan disebar pada 84 titik dari Kapontori sampai Wabula sehingga masyarakat tidak ke pasar membeli gula lagi,” ujarnya. La Lodi menjelaskan, saat ini harga gula pasir di pasaran mencapai Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu di tingkat kecamatan. Pemkab menjual Rp 10.000 perkilogramnya sehingga diharapkan sampai lebaran harga gula pasir tidak mengalami kenaikan. (kn)

Tinggalkan Balasan