KENDARINEWS.COM — Soft launching Mall Pelayanan Publik (MPP) Konawe telah digelar Jumat (19/8). Gerai-gerai pelayanan publik telah dihadirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe di gedung itu. Mulai dari counter layanan publik lingkup Pemkab, maupun instansi vertikal. Sekira 20 gerai layanan publik telah disediakan dalam gedung MPP yang dibangun dengan duit APBD sebesar Rp 5,4 M tersebut. Dengan kata lain, pelayanan publik menjadi terintegrasi pada satu tempat bernama MPP Konawe.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan mengatakan, pengurusan administrasi di Konawe sudah satu pintu pada bangunan MPP yang telah diresmikan. Misalnya, pengurusan kartu tanda pengenal diri dan akta-akta lain terkait kependudukan, pembuatan surat izin mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Termasuk, surat-surat perizinan lain semisal pajak dan retribusi.

“Semuanya sudah terpusat di MPP Konawe, karena memang konsepnya terintegrasi. Jadi, tidak ada berkas yang maju mundur. Selain itu, terkoneksi dengan jaringan sehingga proses pelayanan bisa cepat,” ujar Ferdinand Sapan saat soft launching MPP Konawe yang dihadiri oleh Kepala Ombudsman Sultra Mastri Susilo, serta jajaran Forkopimda Konawe.

Ferdinand menuturkan, soft launching MPP Konawe merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) RI nomor 81 tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025. Yang mana, pelayanan publik menjadi salah satu dari delapan area perubahan dan ditindaklanjuti lewat PermenPan-RB nomor 23 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan MPP. Dirinya meyakini, pengoperasian MPP yang representatif akan memiliki dampak signifikan terhadap seluruh masyarakat.
“Termasuk, pelaku usaha maupun calon investor yang ingin menanamkan modalnya di Konawe. Saya juga minta agar petugas di counter-counter pelayanan didalam MPP ini supaya melayani siapapun dengan ramah,” pinta mantan Kepala BPKAD Konawe itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Konawe, H Burhan mengemukakan, peresmian MPP secara nasional biasanya dilakukan oleh Kemenpan-RB. Pemkab Konawe baru sebatas menggelar soft launching lantaran beberapa fasilitas MPP masih perlu dipenuhi. Sarana prasarana (sarpras) yang perlu ditambah tersebut, yakni pengadaan mobiler (kursi sofa, kursi rapat, kursi pelayanan), peralatan elektronik berupa AC, sound system, TV Monitor, CCTV, serta mesin antrian berbasis elektronik.
“Kita sudah usulkan di anggaran perubahan tahun ini supaya diakomodir. Insyaallah kalau sudah lengkap semua fasilitas di MPP Konawe, kita akan lakukan lagi grand opening secara nasional pada awal tahun 2023 mendatang,” bebernya. (kn)









































