Ormas Keagamaan dan Rumah Ibadah di Konawe Diberi Dana Hibah

KENDARINEWS.COM — Pengembangan aspek spiritual tak luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe. Dukungan Pemkab terhadap aktivitas keagamaan terus diberikan. Salah satunya, dalam bentuk pemberian dana hibah bagi setiap lembaga atau organisasi massa (Ormas) keagamaan. Tanpa terkecuali, bantuan dana hibah untuk pembangunan rumah ibadah. Entah itu masjid, gereja, maupun pura yang ada di Konawe. Tahun ini, Pemkab kembali menyalurkan anggaran hibah sebesar Rp 3,1 miliar bagi delapan ormas keagamaan dan pembangunan 47 rumah ibadah.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Konawe, Marjuni Ma’mir, mengatakan, bantuan hibah tersebut merupakan implementasi visi misi Bupati, Kery Saiful Konggoasa, melalui program fasilitasi pengelolaan bina mental spiritual. Katanya, pemberian hibah itu tiap tahun dianggarkan oleh Pemkab Konawe lewat pos bantuan di BPKAD. “Namun dua tahun terakhir ini, anggarannya dialihkan ke Bagian Kesra. Jadi, di sini kita mulai jalan sejak 2021 untuk fasilitasi hibah rumah ibadah, Ormas keagamaan dan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujarnya, Selasa (19/7).

Marjuni Ma’mir menuturkan, pemberian hibah program fasilitasi bina mental spiritual di Konawe menyasar tiga kelompok agama di otorita stempat, yakni Islam, Kristen dan Hindu. Kendati tak merinci secara detail, ia menyebut delapan Ormas keagamaan dan 47 rumah ibadah yang mendapat dana hibah, merupakan keterwakilan tiga kelompok agama tersebut. Hibah untuk lembaga keagamaan, sebutnya, biasanya diberikan untuk mengakomodasi penyelenggaraan kegiatan religi. Misalnya, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) maupun Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (Lasqi) untuk umat muslim. Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) bagi pemeluk Kristiani, serta Utsawa Dharmagita (UDG) untuk umat Hindu.

“Bulan April 2022, kita sudah salurkan hibah kepada delapan Ormas keagamaan sekira Rp 830 juta. Secara keseluruhan, totalnya mencapai Rp 3,1 miliar. Yang sisanya masih dalam tahap proses dan kita akan salurkan tahun ini juga,” ungkap Marjuni Ma’mir. Untuk bantuan hibah pembangunan rumah ibadah, mantan Camat Asinua itu mengaku, kriteria penerimanya tidak secara spesifik disebutkan. Meskipun begitu, ia menekankan bantuan hibah itu harus tepat sasaran. Dalam hal ini, memang menyasar rumah ibadah yang dianggap kurang layak dan dipergunakan sebagai fasilitas umum oleh masyarakat. Sebab itu, pihaknya pun meminta surat keterangan wakaf rumah ibadah yang hendak dibantu Pemkab. Hal itu untuk menghindari pemberian bantuan kepada orang-orang tertentu.

“Harus ada struktur organisasinya juga, serta, pengesahan dari pemerintah setempat, baik desa ataupun lurah. Nominal hibah yang kita berikan ini bervariasi, tergantung dari usulannya. Jadi kita estimasi dari gambar yang dikirim oleh pengelola rumah ibadah. Ini kita bicarakan di Bappeda Konawe juga terkait nominal hibahnya untuk tiap-tiap rumah ibadah,” bebernya. Marjuni Ma’mir menyebut, pihaknya terus mengupayakan agar bantuan hibah pembangunan rumah ibadah tersebut tak hanya menyasar wilayah perkotaan. Melainkan pula, menjangkau hingga ke pelosok Konawe. Bantuan hibah itupun sudah sampai ke kecamatan Latoma, Kapoiala, dan sebagainya.

“Kita harapkan dengan fasilitasi ini, bisa semakin meningkatkan kualitas mental spiritual warga Konawe. Terutama untuk mewujudkan kenyamanan dalam beribadah serta menggairahkan kegiatan-kegiatan keagamaan di Konawe,” tandasnya. (adi)

Tinggalkan Balasan