Subsidi Listrik Dua Pulau di Wakatobi Belum Terealisasi

KENDARINEWS.COM — Rencana penyalaan listrik 24 jam di Pulau Binongko dan Kaledupa oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wakatobi, masih belum terealisasi. Pasca menekan Memorandum of Understanding (MoU), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) masih akan membuat kontrak dengan pihak Pertamina terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM). Sebab subsidi listrik tersebut harus dipihakketigakan.

Kepala Dinas PUPR Wakatobi, Kamaruddin, menjelaskan, anggaran kurang lebih Rp 4 miliar akan disuplai Pemkab Wakatobi melalui instansinya, dalam bentuk barang. Setelah menekan MoU sebagai dasar, sehingga dibuatkan kerja sama operasiolan (KSO). Targetnya dilaksanakan pada awal tahun 2022. Namun hingga memasuki Maret ini, penyalaan listrik tersebut belum terealisasi. “Karena akan dipihakketigakan berdasarkan KSO, jadi dihitung berapa kebutuhan BBM dalam sehari, sebulan dan setahun untuk kedua pulau ini. Tentu ini harus melalui MoU,” ujar Kamaruddin, kemarin.

Kamaruddin (Kepala Dinas PUPR Wakatobi)

Sebelumnya anggaran tersebut melekat Dinas PUPR Wakatobi sebagai kegiatan pembangunan rumah jabatan (Rujab) Bupati Wakatobi. Agenda tersebut telah ditargetkan dua tahun sebelumnya, namun belum terealisasi. Karena dana tersebut masih bisa dialihkan, makanya akan digunakan untuk anggaran penyalaan listrik 24 jam di dua pulau itu. “Ini demi terwujudnya pemerataan energi listrik pada empat pulau besar di Wakatobi. Karena sudah bisa disubsidi, maka akan kita bantu dalam bentuk barang bukan berupa uang,” terang Kamaruddin.

Untuk diketahui, pada Pulau Kaledupa dan Binongko sejauh ini hanya diterangi listrik selama 12 jam atau pada malam hari saja. Sementara pada siang hari, listrik tidak menyala. Hal ini yang mendorong Bupati Wakatobi, Haliana untuk mewujudkan pemerataan energi listrik di empat pulau. Sehingga diharapkan dalam waktu dekat, selain Tomia dan Wangi-Wangi, kedua pulau tersebut juga bisa menikmati penyalaan listrik selama 24 jam. (c/thy)

Tinggalkan Balasan