Ruksamin Paparkan Potensi Ekonomi Konut di Forum Rakornas KAHMI

KENDARINEWS.COM–Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin didaulat sebagai salah satu pembicara dalam forum seminar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Sabtu (26/2).

Seminar Rakornas IV KAHMI yang digelar secara virtual ini, mengusung tema kebangkitan Indonesia paska pandemik Covid-19, dengan menghadirkan narasumber utama Menteri Investasi dan Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia.

Ruksamin yang juga selaku Koordinator Presidium KAHMI Konut, memaparkan empat poin terkait potensi ekonomi Konawe Utara yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. Diantaranya, Konut memiliki potensi 46 miliar metrik ton nikel. Potensi ini mesti menjadi perhatian serius agar bisa dikelola dengan baik, salah satunya dengan menghadirkan para investor. Karena itu ia meminta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatur dengan baik para investor dengan merujuk pada Sumber Daya Alam (SDA) yang memiliki potensi besar menstimulus pertumbuhan ekonomi.

“Potensi 46 miliar metrik ton nikel sudah siap dikelola, serta didukung kawasan yang sudah siap pula. Kami berharap investor di bidang nikel agar di dorong ke Konut,” kata Ruksamin kepada Kendar News, Sabtu (26/2).

Ketimpangan ego sektoral kementrian katanya, perlu diluruskan. Contoh, pulau Labengki yang ada di Konut, merupakan potensi pariwisata yang sangat luar biasa keindahannya. Namun berada di wilayah Taman Wisata Alam Laut (TWAL) yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.

“Ini perlu kerja sama yang baik agar Investor bisa masuk. Sehingga potensi pariwisata pulau Labengki bisa dikembangkan lebih modern berbasis digital, yang pada akhirnya dapat meningkatkan minat wisatawan regional maupun internasional. Yang nantinya berimpilikasi bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Ruksamin.

Ruksamin juga meminta pemberdayaan Usaha Mikro Kelas Menengah (UMKM) dalam kerjasama dengan investor di daerah, mesti melibatkan Pemerintah Daerah.

“Karena cukup banyak mengatasnamakan UMKM, namun hanya kamuflase belaka. Sementara masyarakat UMKM di daerah hanya dikorbankan seperti telur mata sapi,” beber Ruksamin.

Bupati Konut dua periode itu menilai organisasi KAHMI, sangat perlu membentuk badan usaha di sektor pertambangan. Yang nantinya merekrut tenaga kerja dari HMI, Muhammadiyah, NU yang selama ini eksis di dunia pendidikan dan kesehatan.

“Di bidang pendidikan sudah dibentuk Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), yang salah satu pendirinya adalah saya sendiri. Ke depan perlu adanya dibentuk lembaga di bidang pertambangan,” tandasnya.

Bupati Konut Ruksamin (Kanan) saat memaparkan potensi ekonomi Konut di forum seminar nasional Rakornas IV KAHMI secara virtual. Nampak Menteri Investasi dan Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia (Kiri) hadir dalam kegiatan tersebut, Sabtu (26/2). Foto : Pemda Konut For Kendari News

Menanggapi permintaan Bupati Konut Ruksamin, Menteri Investasi RI Bahlil Lahadalia, berjanji akan mengunjungi Konut bulan depan. Ia juga bakal berkoodinasi langsung dengan Kementerian ESDM, KLHK, serta Kementerian Koperasi dan UMKM, untuk mendorong investasi di Konut.

“Nantinya, saya juga akan menghadap Presiden Jokowi, mudah-mudahan KAHMI terus eksis memperjuangkan kemaslahatan masyarakat dan konsisten membantu kerja pemerintah terutama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat wabah Covid-19,” kata Bahlil Lahadalia (b/ali).

Tinggalkan Balasan