Bupati Konawe Minta ASN Tunaikan Zakat Profesi

KENDARINEWS.COM — Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk menunaikan zakat profesi. Zakat profesi bagi ASN itu dikumpulkan dari pemotongan gaji pegawai tiap bulannya yang nantinya diberikan bagi kaum fakir dan golongan amil zakat lainnya. Intruksi orang Kery itu disampaikannya saat launching Kartu Muzakki, akhir Januari 2022 kemarin.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa

Bupati Konawe dua periode itu mengatakan, zakat dapat menjadi sarana menyucikan diri bagi para pemegang nomor induk pegawai (NIP) di Konawe, terutama yang beragama Islam. Di saat yang sama, zakat itupun membantu masyarakat lain yang kurang mampu. Kery Saiful Konggoasa menyebut, zakat itu harus dilakukan dengan penuh keikhlasan untuk mengharap ridha Allah SWT.

“Kita semua harus membiasakan diri untuk berzakat. Kaya dan pintar itu bagus, tapi kalau tidak bermanfaat untuk orang lain itu tidak ada gunanya. Jadi biar tidak pintar atau kaya, asal bermanfaat untuk orang lain, itu baru hebat,” ujar Kery Saiful Konggoasa.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, saat membagikan Kartu Muzakki kepada para pimpinan OPD setempat.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Konawe H Bastaman Djasrin mengemukakan, muslim yang sudah memiliki gaji tetap, baligh, dan penghasilannya memenuhi nisab, maka wajib hukumnya mengeluarkan zakat harta (zakat mal). Jika sudah cukup nisabnya minimal Rp 4,5 juta perbulan, penganut agama Islam harus menyisihkan zakat mal sebesar 2,5 persen untuk amil zakat. H Bastaman menyebut, bagi warga kaum muslim yang penghasilannya dibawah Rp 4,5 juta perbulan, tidak dikenakan kewajiban zakat melainkan mesti berinfaq tergantung keikhlasan yang bersangkutan.

“Kalau infaq tidak ada paksaan. Mungkin bisa disisihkan Rp 2 ribu perhari. Sebulan terkumpul baru diberikannya kepada warga yang membutuhkan. Berdasarkan hukum Islam, jika tidak mampu berzakat, maka seorang muslim harus mengeluarkan infak. Artinya, secara syariah memang keduanya itu diharuskan,” bebernya.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (tengah) didampingi Sekab Konawe Ferdinand Sapan (lima dari kanan), berfoto bersama pengurus Baznas Konawe saat launching Kartu Muzakki, bertempat dikantor pemkab Konawe.

Bastaman menuturkan, Kartu Muzaki diperuntukkan bagi warga Konawe yang mempunyai penghasilan tetap. Misalnya, Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha, dan sebagainya. Kartu Muzaki itu bakal diberikan kepada warga yang sudah menyetor zakat di bank syariah, salah satunya Bank Muamalat. Bagi ASN, Baznas Konawe pun sudah membuka rekening di Bank Pembangunan Daerah (BPD) setempat selaku tempat pembayaran gaji pegawai.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (kanan) bersama Ketua Baznas Konawe H Bastaman Djasrin (dua dari kanan), saat launching Kartu Muzaki di pelataran kantor pemkab Konawe, akhir Januari 2022.

“Mekanismenya langsung pemotongan di rekening ASN. Kita sudah siapkan administrasi yang akan ditandatangani oleh mereka yang berzakat maupun infaq. Berkas administrasi itu nantinya diserahkan ke bendahara untuk meminta surat kuasa pemotongan gaji,” tandasnya. (adi/adv)

Tinggalkan Balasan