Kemenag Siapkan Tiga Skenario Pemberangkatan Haji


–KENDARINEWS.COM — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan persiapan penyelenggaraan haji 2022. Ada beberapa poin krusial yang dibahas. Mulai kepastian penyelenggaraan haji, urusan kuota, hingga skenario pemberangkatan di tengah pandemi Covid-19.

Yaqut menuturkan, seperti musim-musim haji sebelumnya, kepastian penyelenggaraan haji tahun ini ada di tangan pemerintah Arab Saudi. ”Kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022 Masehi belum dapat diperoleh,” ujarnya, kemarin.

Kemudian, soal kuota haji, Yaqut menerangkan, biasanya dibahas dalam MoU antara kedua negara. Dalam kondisi normal, sebelum pandemi Covid-19, pembahasan MoU haji dilaksanakan pada bulan Rabiulawal sampai Rabiulakhir, menyesuaikan sistem kalender pemerintah Saudi.

Jemaah menjalankan salat Tarawih di kompleks Kakbah, Makkah. (AFP)

Hasil koordinasi dengan pemerintah Saudi, mereka belum dapat melakukan pembicaraan lebih lanjut. Yaqut menyatakan, belum adanya pembicaraan soal kuota haji 2022 itu tidak hanya untuk Indonesia. Tetapi juga berlaku bagi negara-negara pengirim jemaah haji lainnya.

Yaqut menambahkan, saat ini waktu yang tersisa untuk penyiapan pemberangkatan haji semakin mepet. Dalam kondisi normal, jemaah haji mulai diberangkatkan pada 4 Zulkaidah atau tahun ini bertepatan dengan 5 Juli. Dengan demikian, waktu yang tersisa tinggal empat bulan. Menurut dia, dengan cakupan penyelenggaraan haji yang sangat luas, waktu yang tersisa ini sangat terbatas.

Kemudian, jelas Yaqut, Kemenag saat ini menyusun tiga skenario pemberangkatan haji. Tiga skenario itu adalah pemberangkatan kuota penuh, kuota dikurangi, dan tidak memberangkatkan haji seperti periode 2020 dan 2021. ”Pemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama dengan kuota penuh,” katanya. Dengan harapan pandemi Covid-19 cepat berakhir sehingga pengiriman jemaah haji kembali normal. (jpg)

Tinggalkan Balasan