Oknum Petugas Kimia Farma Pakai Tes Antigen Bekas, Prof Zubairi: Tega Sekali, Ini Pelanggaran Berat

KENDARINEWS.COM -– Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban angkat bicara terkait Laboratorium Rapid Antigen Kimia Farma di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, yang digrebek polisi setelah diduga menggunakan peralatan bekas.

Prof Zubairi menyebutkan apa yang dilakukan oleh petugas Kimia Farma itu sangat mengagetkan dan termasuk tindakan keji.

“Mengagetkan apa yang dilakukan oknum petugas Kimia Farma. Mereka diduga mengambil sampel dengan alat bekas yang dicuci. Tega sekali. Hal itu kan memberi rasa aman yang salah jika hasilnya negatif,” kata Prof Zubairi dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis (29/4/2021).

Guru Besar Universitas Indonesia itu bahkan menyebut apa yang dilakukan oknum petugas Kimia Farma adalah pelanggaran berat.

“Ini pelanggaran yang amat berat. Apalagi itu dikerjakan oleh tenaga kesehatan,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa polisi menemukan alat rapid test antigen yang telah dipakai digunakan lagi alias didaur ulang di Lab Kimia Farma Bandara Kualanamu.

Kebanyakan yang di daur ulang adalah alat yang dimasukkan ke hidung yang dibersihkan lagi setelah dipakai.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah petugas laboratorium serta beberapa barang bukti ke Polda Sumut. Ratusan alat rapid test bekas yang sudah dicuci bersih dan telah dimasukkan ke dalam kemasan serta ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum digunakan jadi barang bukti kasus tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini mengatakan sangat mendukung investigasi yang dilakukan kepolisian terkait oknum yang melakukan penggunaan kembali alat rapid tes antigen.

“Tindakan yang dilakukan oleh oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostik tersebut sangat merugikan perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum petugas layanan Rapid Test tersebut,” katanya dalam rilis yang diterima Fajar.co.id, Rabu (28/4/2021).(KN/fajar)

Tinggalkan Balasan