Satgas Covid-19 Ingatkan Prokes Ketat Jalankan Taraweh Berjamaah

Kesehatan

KENDARINEWS.COM – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo terus memantau pelaksaan protokol kesehatan (prokes) di masjid saat Tarawih. Dalam menjalankan pengawasan, satgas berkoordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan seperti Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, dua pekan pelaksanaan Ramadan ini banyak temuan pelanggaran prokes saat salat Tarawih. Yakni pembatasan kerumunan dan penggunaan masker.

”Satgas di tingkat kecamatan selalu berkunjung ke masjid-masjid memantau. Kemudian memberikan edukasi, termasuk komunikasi dengan takmir dan jamaah untuk tetap patuh protokol,” kata Yunia.

Saat ini, kata Yunia, sudah beberapa kali satgas berkoordinasi MUI, DMI, perwakilan tokoh agama dan kemenag. Koordinasi juga berkaitan dengan Ramadan dan Idul Fitri.

”Sampai dengan penyusunan SE dan bagaimana upaya penyampaian prokes dilakukan supaya masyarakat menaati,” katanya.

Sementara itu, Kantor Kemenag Sukoharjo mengungakan telah melakukan sosialisasi SE tentang pelaksanaan ibadah Ramadan melalui penyuluh dan lembaga ormas islam.

”Dari beberapa masukan memang masih banyak masjid yang belum memenuhi prokes. Terutama masih dijumpainya jamaah yang tidak menjaga jarak, di masjid jarak shof masih rapat seperti sebelum pandemi,” kata Kepala Kantor Kemenag Sukoharjo Ihsan Muhadi.

Namun demikian, banyak juga masjid yang tetap menjalankan prokes dengan baik. ”Ada yang melanggar prokes, tapi persentasenya belum tahu persis,” katanya.

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo dipimpin Plt Camat Sukoharjo Havid Danang bersama Polsek Sukoharjo kota, Koramil 01 Sukoharjo dan Puskesmas Sukoharjo memantau pelaksanaan salat Tarawih, Sabtu malam (24/4).

”Kami datang mengingatkan kepada takmir dan jamaah untuk tetap mematuhi prokes. Karena disinyalir banyak yang melanggar,” kata Havid di Masjid An-Nuur, Kelurahan Jetis, Kecataman Sukoharjo kota.

Dia memaparkan, ada temuan jamaah tidak menjaga jarak, serta karpet tidak digulung usai salat. Lalu empat tidak menggunakan masker. Kemudian, langsung dilakukan rapid antigen usai Tarawih.

”Dari empat yang dilakukan rapid antigen oleh pihak puskesmas hasilnya negatif,” tandasnya.(KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *