Dikbud Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka

KENDARINEWS.COM — Aktivitas sekolah dengan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di Kabupaten Wakatobi, belum berjalan efektif. Selain masih ada sekolah yang belum diizinkan melalukan PBM langsung, jam mengajar sekolah yang diizinkan tatap muka pun masih dikurangi. Olehnya itu, pohak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Wakatobi meminta siswa yang melakukan PBM secara dalam jaringan (daring) atau online, untuk meningkatkan partisipasinya.

Peningkatan partisipasi siswa saat belajar secara daring memang sangat diharapkan. Selain penting, partisipasi siswa menjadi penilaian khusus dari guru dan sekolah. Jika tak menjadi perhatian, maka siap-siap, siswa juga akan memperoleh nilai yang kurang dari tenaga pengajar. Sekretaris Dikbud Wakatobi, La Ode Mastu, mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin. Selain guru, PBM siswa terus dipantau.

“Pada intinya siswa tetap terlayani belajarnya dengan baik. Sementara guru dalam hal ini sebagai tenaga teknis agar jumlah jam kerja juga terpenuhi. Namun selain itu, penilaian penting pada PBM daring itu adalah partisipasi siswa,” ujarnya, Jumat (27/11). La Ode Mastu menegaskan, untuk di Pulau Wangi-Wangi sampai saat ini belum diizinkan PBM tatap muka di sekolah. Sekalipun juga telah dibolehkan, izin orang tua siswa memiliki peranan penting.

“Kalau di Wangi-Wangi masih belum diizinkan karena masih zona merah penyebaran Covid-19. Kalau di pulau lainnya ada juga yang sudah diizinkan tapi memang harus ada izin juga dari orang tua. Kalau tidak maka anak tersebut PBM via daring,” tambahnya. Ia juga mengimbau agar seluruh siswa baik yang daring maupun PBM tatap muka tetap mengutamakan protokol covid-19. Serta meningkatkan belajar dan partisipasi baik di sekolah maupun lewat daring. (c/thy)

Tinggalkan Balasan