Rp 31 Miliar Program Hibah Jalan Daerah Dibebankan Melalui APBD

Wakatobi

KENDARINEWS.COM — Sepanjang 16,3 kilometer ruas jalan di Pulau Tomia rencananya akan dibangun melalui program hibah jalan daerah (PHJD) pada tahun 2021. Anggaran yang dikucurkan untuk pekerjaan proyek menggunakan material aspal hotmix tersebut ditaksir mencapai Rp 31 miliar. Jika tak ada kendala, kegiatan itu akan direalisasikan terlebih dulu dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Wakatobi.

Pekerjaan ini bukan kali pertamanya dilakukan di Wakatobi. Sebelumnya, sudah pernah terealisasi. Pekerjaan yang hampir sempurna sesuai spek itu bahkan membuat pengembalian anggaran ke daerah mencapai 97 persen. Jika, penerimaan proyek pembanguan ruas jalan di Pulau Tomia ini baik dan berjalan lancar, maka bisa dipastikan pekerjaannya juga bisa sesuai rencana. Kepala Dians Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wakatobi, Kamaruddin, mengatakan, anggaran yang dipakai dalam proses pembangunan jalan, untuk sementara akan dibebankan melalui APBD Wakatobi.

“Seperti sebelumnya juga begitu. Kami sudah lakukan sosialisasi pada masyarakat Tomia. Kami harapkan program ini diterima dengan baik oleh masyarakat kita,” terangnya. Tak hanya itu, harapan lain Kamarudin adalah pekerjaan bisa dilakukan sesuai dengan spek yang telah ditentukan. Jika tahun sebelumnya pengembalian APBD Wakatobi yang digunakan untuk PHJD capai 97 persen, maka tahun ini setidaknya harus lebih maksimal. “Jika tidak, maka pekerjaannya juga akan sulit direalisasikan. Apalagi anggarannya. Saya juga sudah tekankan bahwa pekerjaannya harus sesuai spesifikasi,” tegasnya.

Sekadar diketahui, jalur pembangunan jalan hibah di Tomia ini mulai dari Usuku menuju Dete hingga Kulati. Serta jalan Usuku menuju Bandara Maranggo dan dari Bandara Maranggo menuju Waiti’i sampai Onemai. Dalam program itu tidak ada pembukaan jalan baru. Hanya rehabilitasi, peningkatan, pemeliharaan hingga pemeliharaan berkala dan tanpa pelebaran. Secara keseluruhan lebar jalan adalah enam meter, satu meternya untuk masing-masing bahu jalan dan empat meter untuk ruas utama. (c/thy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *