Dewan Pendidikan Sultra Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Mitra Strategis Wujudkan Pendidikan Berkualitas

KENDARINEWS. COM– Pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Selasa (7/7/2026). Pengukuhan yang semestinya diselenggarakan oleh Gubernur Andi Sumangerukka, diwakilkan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum.

Dalam arahannya, Prof. Aris Badara menyampaikan harapan besar dari pimpinan daerah agar Dewan Pendidikan dapat berperan aktif sebagai mitra andal pemerintah. Sinergi kedua belah pihak dinilai sangat krusial untuk menjawab beragam tantangan dunia pendidikan yang kian beragam dan kompleks di wilayah Bumi Anoa.

Ketua Dewan Pendidikan yang baru dilantik, Prof. Dr. H. Nur Alim, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia dan penentu daya saing daerah. Oleh karena itu, urusan ini tidak bisa diselesaikan sendirian oleh pemerintah.

“Kehadiran kami bukan sekadar formalitas. Dewan Pendidikan adalah jembatan penting yang menyatukan gagasan pemerintah, harapan masyarakat, ilmuwan, dan pelaku usaha demi kemajuan pendidikan,” tegas Prof. Nur Alim.

Ia menjabarkan empat pilar utama tugas dewan. Pertama, mendukung kemajuan melalui masukan cerdas untuk menutup kesenjangan mutu antarwilayah, kualitas guru, dan sarana prasarana;

Kedua, memberikan pertimbangan kebijakan yang cermat bagi pemerintah daerah. Ketuga melakukan pengawasan mandiri agar kebijakan pendidikan tetap berjalan di jalur peningkatan kualitas.

Keempat, menjadi penengah yang menampung aspirasi masyarakat—termasuk lewat media sosial—lalu menyampaikannya sebagai rekomendasi konkret.

Prof. Nur Alim juga menyoroti tantangan khas Sultra yang memiliki banyak wilayah kepulauan. “Jika di kota bicara soal bus sekolah, maka di pulau kita harus pastikan ketersediaan transportasi laut bagi anak-anak yang bersekolah,” ujarnya. Selain itu, dewan juga akan fokus pada pemerataan akses, penguatan pendidikan vokasi, serta pembentukan karakter siswa.

Kepengurusan periode ini diisi oleh tim yang solid: Prof. Dr. H. Nur Alim sebagai Ketua, didampingi Dr. H. Supriyanto sebagai Wakil Ketua, Dr. H. Samsuri sebagai Sekretaris, Muhammad Ardhan sebagai Wakil Sekretaris, Hj. Suhaeny sebagai Bendahara, serta delapan anggota lainnya dari kalangan akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat.

Dengan struktur organisasi yang baru ini, Dewan Pendidikan berkomitmen menjalankan peran secara maksimal demi terwujudnya sistem pendidikan Sultra yang adil, merata, dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan