Berupaya Lepaskan Kail Tersangkut, Pemancing di Bungkutoko Hilang Terseret Arus

KENDARINEWS.COM- – Seorang pemancing muda bernama Ardiansyah (22) dari Desa Anggokoti, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, dilaporkan tenggelam di perairan Bungkutoko, Kota Kendari, pada Jumat pagi (9/1/2026). Kejadian yang diduga terkait dengan arus kuat di lokasi tersebut membuat tim SAR Kendari segera bergerak melakukan upaya pencarian yang masih berlangsung hingga saat ini.

Informasi darurat pertama kali disampaikan oleh warga setempat bernama Yuda melalui Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada pukul 10.05 Wita. Pelapor mengaku melihat korban sedang memancing sebelum tiba-tiba terjatuh dan terseret arus hingga tidak terlihat lagi di permukaan air.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue KPP Kendari segera diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 10.24 Wita. Jarak sekitar 19 kilometer antara KPP Kendari dengan lokasi kejadian tidak menghambat kecepatan tim dalam merespons kasus ini.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang terkumpul, kejadian bermula sekitar pukul 08.50 WITA saat korban sedang menikmati aktivitas memancing di tepi perairan Bungkutoko.

“Kail pancing korban tersangkut pada sesuatu di bawah permukaan air, dan saat ia berusaha melepaskannya, arus yang cukup kuat di lokasi tersebut menerjangnya. Korban tidak mampu menahan daya tarik arus dan akhirnya tenggelam,” jelas Amiruddin saat dihubungi pada siang hari.

Dalam operasi pencarian yang dilakukan secara maksimal, KPP Kendari mengerahkan berbagai unsur yang siap siaga, antara lain: Staf operasi dan rescuer profesional dari KPP Kendari, relawan masyarakat sekitar yang mengenal kondisi perairan lokal, keluarga korban yang turut membantu memberikan informasi detail mengenai korban, tim medis untuk menangani kemungkinan kondisi darurat

Berbagai peralatan canggih juga diturunkan ke lokasi, seperti rescue car, ambulans siap siaga di tepi pantai, rubber boat untuk menyisir area dangkal, Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk area lebih dalam, peralatan selam untuk pencarian bawah air, serta perlengkapan medis, evakuasi, komunikasi, dan keselamatan yang lengkap.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari, kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 2 kilometer per jam dari arah utara. Meskipun cuaca tidak terlalu ekstrem, arus bawah permukaan yang tidak terduga menjadi tantangan utama bagi tim dalam melakukan pencarian.

“”Kami tidak berhenti sebentar pun dalam menyisir area sekitar lokasi kejadian, baik di permukaan maupun bawah air. Keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas utama kami sambil terus berusaha menemukan korban dengan selamat,” tegas Amiruddin.

Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyiraman area dengan pola yang sistematis. Keluarga korban telah berada di lokasi kejadian dan berharap akan ada kabar baik dari upaya pencarian yang dilakukan.

Tim SAR juga mengimbau masyarakat yang ingin memancing atau melakukan aktivitas di perairan Bungkutoko untuk lebih berhati-hati, terutama memperhatikan kondisi arus dan tidak memasuki area yang berbahaya tanpa persiapan yang cukup.

Tinggalkan Balasan