Pertamina–GIZ Teken MoU Perkuat Kerja Sama Transisi Energi

KENDARINEWS.COM — Pertamina dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, lembaga milik Pemerintah Federal Jerman yang bergerak di bidang kerja sama internasional, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait penguatan kolaborasi transisi energi dan program keberlanjutan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini, dan Direktur Negara GIZ Indonesia & ASEAN, Hans-Ludwig Bruns, serta disaksikan Direktur Program Energi GIZ Indonesia & ASEAN, Elisabeth Tinschert. Kerja sama ini merupakan bagian dari kerangka kerja bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Republik Federal Jerman.

Kolaborasi tersebut merupakan inisiatif sinergi antara Fungsi Grant Management–Investor Relations dan para project owner di Pertamina Group dengan grant provider serta pemangku kepentingan terkait, termasuk dukungan pemerintah melalui skema G2G. Inisiatif ini diharapkan memberikan dukungan hibah sejalan dengan program keberlanjutan dan transisi energi Pertamina.

MoU ini memperkuat kerja sama Pertamina–GIZ yang sebelumnya terbangun pada 2024 melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, dalam program penerapan konservasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan di Bandar Udara Pondok Cabe.

Program yang tercakup dalam kerja sama ini meliputi dekarbonisasi dan efisiensi energi, pembangunan infrastruktur hijau berkelanjutan, pendampingan pembiayaan berkelanjutan, perlindungan iklim dan lingkungan, ekonomi hijau, hingga program keberlanjutan berkaitan dengan SDGs.

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, menyampaikan apresiasi kepada GIZ atas sinergi dan kolaborasi strategis yang telah berjalan. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan mendukung dua aspek utama: dekarbonisasi dan bisnis rendah karbon.

“Tantangan kami adalah mengoptimalkan sumber daya dalam negeri sekaligus mengurangi emisi karbon. Misi Pertamina adalah memastikan pasokan energi nasional, namun kami juga harus mampu menekan emisi. Ini merupakan mandat pemerintah kepada Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional,” kata Emma dalam keterangan resmi, Kamis (11/12/2025).

Pertamina menilai GIZ memiliki akses luas terhadap sumber pendanaan internasional. Karena itu, kerja sama ini diharapkan membuka jalan menuju pembiayaan hijau dan skema pendanaan dengan fasilitas pengurangan risiko untuk proyek-proyek hijau yang belum sepenuhnya layak secara komersial.

“Pertamina memiliki banyak inisiatif dan aspirasi yang dapat diaktualisasikan melalui kerja sama ini. Dengan MoU ini, kami optimis dapat memperkuat ekosistem transisi energi sekaligus mendorong terbentuknya model bisnis rendah karbon yang kompetitif secara global,” tambah Emma.

Hans-Ludwig Bruns, Country Director GIZ Indonesia & ASEAN, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai Pertamina dan GIZ memiliki visi yang selaras dalam mendorong energi hijau dan transisi energi. GIZ sebelumnya sudah bekerja sama dengan beberapa anak perusahaan Pertamina di sektor kesehatan dan energi.

“Kami berkomitmen mendukung studi teknis, pengembangan kapasitas, dan fasilitasi teknologi untuk membantu Pertamina Group menjadi pionir transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Bruns.

Pertamina menegaskan komitmennya mempercepat transisi energi dan mengimplementasikan program keberlanjutan demi mendukung target Net Zero Emissions Indonesia pada 2060. Kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional seperti GIZ dinilai penting untuk memastikan implementasi program berlangsung efektif.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, juga mengapresiasi pengembangan program efisiensi energi, infrastruktur hijau, dan transisi energi sebagai upaya keberlanjutan perusahaan.

“Pertamina bersama seluruh Subholding dan anak perusahaan berperan aktif dalam inisiatif yang berdampak langsung terhadap pencapaian SDGs,” ujar Baron.

Ia menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut selaras dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis Pertamina. (CNBC Indonesia)

Tinggalkan Balasan