KENDARINEWS.COM — PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Gas (Pertagas), menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional melalui pengerjaan dua proyek strategis, yakni Revitalisasi Fasilitas LNG Arun di Aceh dan Proyek Pipanisasi BBM Cikampek-Plumpang di Jawa Barat hingga Jakarta Utara.
Direktur Utama Pertamina Gas, Indra P. Sembiring, menyatakan kedua proyek ini menjadi tonggak penting Pertagas Group dalam mendukung kebijakan energi nasional, khususnya melalui penyediaan infrastruktur migas yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang kuat merupakan prasyarat mencapai kemandirian energi, dan kedua proyek tersebut mencerminkan komitmen Pertagas dalam agenda strategis pemerintah.
“Dua proyek ini adalah wujud nyata komitmen Pertagas dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Dengan membangun infrastruktur gas dan energi yang lebih modern, andal, dan berkelanjutan, kami memastikan Indonesia memiliki distribusi energi yang tangguh,” ujar Indra kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/12/2025).
Proyek revitalisasi Fasilitas LNG Arun dijalankan Pertagas Group melalui PT Perta Arun Gas (PAG) dan menunjukkan progres sangat positif. Revitalisasi Tangki F-6004 menjadi proyek strategis untuk mengoptimalkan aset lama menjadi hub LNG modern di kawasan Asia.
Tangki F-6004 memiliki kapasitas 127.000 m³ dan berperan penting dalam menjadikan Arun sebagai pusat LNG regional, didukung lokasi strategis di jalur perdagangan internasional serta dekat dengan pasar LNG global. Proyek ini diperkirakan rampung dan dapat beroperasi pada 2026, sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan infrastruktur energi serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Indra menambahkan, revitalisasi ini juga menambah portofolio bisnis Pertagas Group melalui pengembangan infrastruktur beyond pipeline, sekaligus memperkuat integrasi layanan bagi seluruh sektor pelanggan dan aktivitas LNG Trading Internasional.
Selain LNG Arun, Pertagas juga menggarap Proyek Pipanisasi BBM Cikampek-Plumpang melalui PT Pertamina Patra Niaga dengan skema Build, Maintenance & Transfer (BMT). Proyek ini dirancang untuk memperkuat distribusi BBM dari Terminal BBM (TBBM) Cikampek ke TBBM Plumpang, pusat suplai utama energi Jabodetabek dan sekitarnya.
Hingga November 2025, proyek ini mencatat total jam kerja 216.816 manhours dengan keterlibatan lebih dari 250 personel. Pekerjaan konstruksi telah mencapai 32,42% dari pembangunan pipa sepanjang 96 kilometer beserta fasilitas pendukungnya. Proyek ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat jalur distribusi BBM di wilayah dengan permintaan energi tertinggi Indonesia.
Indra menyampaikan, proyek ini diharapkan selesai pada 2027 dan mendukung keandalan suplai BBM, mitigasi risiko logistik, serta menurunkan biaya dan jejak karbon transportasi energi. Proyek ini juga memperkuat portofolio Pertagas sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina melalui jaringan distribusi energi yang terintegrasi.
Dalam momentum HUT ke-68 Pertamina, Pertagas menegaskan posisinya sebagai pilar penting pembangunan infrastruktur energi nasional. Revitalisasi LNG Arun dan Pipanisasi BBM Cikampek-Plumpang menjadi bukti kontribusi nyata Pertagas dalam memperkuat ketahanan energi, meningkatkan efisiensi sumber daya domestik, serta memperluas akses energi terjangkau bagi masyarakat dan industri.
Indra menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa integrasi infrastruktur yang terus dibangun Pertagas Group merupakan modal strategis untuk melayani pelanggan di semua sektor dan mendekatkan Indonesia pada cita-cita swasembada energi. (CNBC Indonesia)










































