KENDARINEWS.COM — Komisi Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (KPU-RM) Universitas Halu Oleo (UHO) memastikan bahwa Debat Kandidat Bakal Calon (Balon) Ketua dan Wakil Ketua BEM UHO serta BEM Fakultas (BEM-F) akan berjalan lancar. Debat dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Desember 2025 secara daring melalui Zoom.
Ketua KPU-RM UHO, Lukianto L. Sando, menyampaikan bahwa pelaksanaan debat tahun ini fokus pada tiga pilar utama: administrasi, teknis operasional, dan substansi materi debat. Hal ini dilakukan agar debat berlangsung profesional, lancar, dan informatif bagi seluruh peserta dan penonton mahasiswa.
“Pilar pertama, administrasi. Seluruh administrasi diselesaikan tim kesekretariatan KPU-RM, termasuk pengajuan surat resmi ke pihak kampus, seperti UPA TIK. Tujuannya memastikan penggunaan Zoom berlisensi resmi UHO dengan kapasitas besar agar mampu menampung peserta, panelis, dan penonton tanpa hambatan teknis,” jelas Lukianto.
Pilar kedua, teknis dan operasional. Tim operator debat yang kompeten telah dibentuk untuk menangani manajemen room, pengaturan mute/unmute peserta, screen sharing materi debat, serta kontrol tampilan untuk live streaming. Sebagai bagian dari persiapan final, KPU-RM melaksanakan Gladi Kotor atau simulasi penuh, untuk menguji kestabilan koneksi, kesiapan operator, serta respons terhadap kemungkinan kendala teknis.
“Pilar ketiga, substansi debat. Tim materi KPU-RM merumuskan tema strategis yang relevan dengan isu kemahasiswaan UHO, seperti Tata Kelola Organisasi Mahasiswa, Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, serta Inovasi dan Pengembangan Kampus. Pertanyaan disusun tajam, berbobot, dan berimbang untuk menguji kemampuan kandidat dalam berpikir kritis, menawarkan program realistis, serta menyampaikan visi misi secara komprehensif,” tambahnya.
Debat kandidat akan menghadirkan puluhan pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM Fakultas maupun BEM UHO. Pada hari pertama, peserta berasal dari BEM FKIP (2 pasang calon), BEM FEB (1 pasang), BEM FISIP (2 pasang), BEM FP (2 pasang), BEM FMIPA (1 pasang), BEM FH (1 pasang), BEM FPIK (1 pasang), BEM FKM (2 pasang), BEM FK (1 pasang), dan BEM FPt (3 pasang).
Sedangkan hari kedua, peserta terdiri dari BEM FHIL (1 pasang), BEM FIB (1 pasang), BEM FF (2 pasang), serta BEM UHO (5 pasang).
Lukianto berharap, debat kandidat menjadi panggung bagi calon pemimpin mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, visi, dan rencana kerja secara komprehensif. Selain itu, debat ini diharapkan menjadi acuan bagi mahasiswa UHO dalam menentukan pilihan terbaik untuk kepemimpinan organisasi kemahasiswaan di tahun mendatang.
“Debat ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana edukasi politik mahasiswa, membentuk pemimpin yang cerdas, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa,” pungkasnya.










































